Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Jawa Timur H. Setiajit, SH, MM kembali menyapa masyarakat Tuban melalui event jalan bareng. Setelah mlaku bareng dengan ribuan masyarakat di Lapangan Bahagia, Desa Sumberejo, Kecamatan Rengel pada 19 Januari lalu, kemarin (16/2) kegiatan yang sama digelar di lapangan Kecamatan Tambakboyo.
Belasan ribu warga tumplek blek mengikuti jalan bareng bersama birokrat asal Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak itu. Saking berjubelnya, arus lalu lintas jalan Tuban-Semarang yang melintasi titik kegiatan tersebut tersendat.
Seperti halnya di Rengel, ketika menyapa masyarakat di pesisir pantai utara (pantura) tersebut, Setiajit mendatangkan orkes melayu Adella. Itu yang menjadikan jalan bareng itu menjadi magnet. Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Tambakboyo dan sekitarnya berdatangan. Mereka ikut jalan bareng bakal calon bupati (bacabup) dengan visi Kabupaten Tuban yang Unggul Sejahtera dan Berkeadilan itu.
Terlebih, tiket jalan sehat tersebut gratis dengan hadiah utama sebuah sepeda motor. Mlaku bareng dengan start dan finish di lapangan Kecamatan Tambakboyo tersebut rutenya melintasi jalan-jalan kampung.
Selama perjalanan menyusuri jalan desa, Setiajit yang kemarin mengenakan kaus putih dan bertraining hitam itu terlihat sering berinteraksi dengan masyarakat. Dia menyapa dan menyalami setiap warga yang ditemui. ‘’Saya Setiajit bapak, ibu. Nyuwun pandongane,’’ begitu cara mantan Plt bupati Jombang itu mengenalkan dirinya para masyarakat.
Dia juga tak henti-hentinya melayani foto bersama atau berswafoto. Keramahan Setiajit menjadikan warga dari semua kalangan menyambut ramah penuh kekeluargaan. Selama perjalanan, Setiajit juga memanfaatkan untuk mendatangi rumah sejumlah warga. ‘’Saya sudah tahu gambarnya. Ternyata orangnya lebih muda dan lebih ganteng dibanding fotonya.’’ Begitu rata-rata komentar warga yang disalami Setiajit.
Dalam sambutan singkat di atas panggung, Setiajit mengajak seluruh masyarakat untuk membangun Kabupaten Tuban agar menjadi lebih baik.
Dikatakan dia, untuk membangun Tuban butuh partisipasi dan bantuan seluruh masyarakat dari berbagai golongan. ''Tuban harus dibangun bersama-sama, karena Tuban adalah milik bersama,'' kata dia yang kemudian mengajak masyarakat yang memenuhi lapangan untuk meneriakkan yel-yel Tuban Milik Bersama, sebagaimana tagline-nya.
Selama sesi hiburan, Setiajiat menyanyikan dua lagu. Sesi pertama lagu Perahu Layar yang dinyanyikan duet bersama salah satu penyanyi. Di sesi penutup, mantan Bakorwil II Bojonegoro itu melantunkan tembang Banyu Langit dengan seluruh penyanyi. Lagu itu sekaligus menutup pentas.
Kepada wartawan, Setiajit mengatakan sangat senang bisa bertemu langsung dengan masyarakat di bawah. Selain bisa melihat kondisi yang sebenarnya, mulai dari lingkungan masyarakat dan lingkungan rumah masing-masing warga, dia juga bisa mendengar langsung aspirasi mereka.
‘’Dengan kita datangi, mereka senang. Dengan jujur dan terbuka, mereka menyampaikan keinginan, harapan, dan doa untuk Tuban menjadi lebih baik,’’ kata Setiajit.(ds)