MPPA Blora Desak MBG Tak Ganggu Sekolah

Rahul Oscarra Duta • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 07:20 WIB
SUARAKAN ASPIRASI: MPPA Blora membentangkan spanduk bertuliskan penolakan terhadap MBG. (RAHUL OSCARRA DUTA/RDR.BJN )
SUARAKAN ASPIRASI: MPPA Blora membentangkan spanduk bertuliskan penolakan terhadap MBG. (RAHUL OSCARRA DUTA/RDR.BJN )

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Masyarakat Peduli Pendidikan dan Anak (MPPA) mendorong evaluasi pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di sekolah. Pemenuhan gizi anak dinilai tidak boleh mengganggu fungsi utama sekolah sebagai tempat belajar dan mendidik.

Koordinator MPPA Agus Ariyanto mengatakan, sekolah harus tetap menjadi ruang pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif. 

"Kami mendukung pemenuhan gizi anak. Tetapi pemenuhan gizi jangan sampai mengganggu hak anak untuk mendapatkan proses pendidikan yang tenang, aman, dan nyaman," kata Agus.

Baca Juga: Dapur MBG Sukorejo 2 Suspend 30 Hari Usai 216 Orang Keracunan

Pernyataan tersebut disampaikan setelah kasus keracunan 216 siswa di SPPG Sukorejo 2, Kecamatan Tunjungan, yang berujung penutupan permanen.

MPPA meminta Pemkab Blora mengevaluasi pelaksanaan MBG, termasuk mekanisme distribusi dan pengawasan keamanan pangan. Jika pelaksanaan program mengganggu proses belajar-mengajar, pemerintah diminta mempertimbangkan mekanisme alternatif.

Agus menyebut, sejumlah opsi dapat dikaji, seperti distribusi makanan langsung ke rumah penerima manfaat atau bantuan kepada orang tua berdasarkan data yang valid dan terverifikasi.

"Gizi anak penting, pendidikan anak juga sangat penting. Penuhi gizi anak, tanpa mengganggu pendidikannya," tegasnya. (hul/ind)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
kasus keracunan MPPA Blora SPPG Pemkab Blora Mbg