Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diah Indah Putri Noviani: Aktif Lomba Tingkat Nasional  

Y
Diah Indah Putri Noviani
Diah Indah Putri Noviani  

Advertisement

BERAWAL dari hobi memasak dan olahraga bela diri, kini DIAH Indah Putri Noviani berhasil menyabet sejumlah prestasi. 

‘’Saat kuliah, yang sejarang sudah menyelesaikan sidang skripsi tinggal menunggu jadwal wisuda, saya bergabung di UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Pencak Silat Pagar Nusa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung,’’ kata Novi, sapaannya.

Dari situ, ucap dia, aktif mengikuti perlombaan dari tingkat provinsi hingga nasional. Baginya, itu bukan sekadar hobi, tapi juga pengembangan diri baik tentang belajar agama, akhlak, organisasi, sampai prestasi. Ia pun aktif di berbagai organisasi lainnya, seperti dewan eksekutif mahasiswa (dema).

Advertisement

Bahkan, ia juga menjadi duta kampus yang bertugas sebagai representasi kampus sekaligus menjembatani antara mahasiswa dan universitas. Termasuk membantu berbagai acara seperti menjadi moderator, MC, pemateri, hingga among tamu saat wisuda.

‘’Saya juga aktif di organisasi eksternal kampus, seperti Duta Pemuda Kebudayaan Bojonegoro 2024 dan Duta Ekonomi Kreatif Jatim 2025. Dari sini saya berkesempatan mengenalkan dan melestarikan budaya serta keunikan Bojonegoro. Saya banga menjadi bagian dari itu, dan memperkenalkan salah satu karya anak Bojonegoro yakni kerajinan dari pelepah pisang saat pemilihan Duta Ekonomi Kreatif Jatim,’’ kata perempuan asal Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem itu.

Advertisement

Ia mengaku, banyak yang dilewati selama perjalanan kuliah. Belajar menyeimbangkan prestasi akademik dan nonakademik. Tak jarang, ia harus menghadapi kompetisi di tengah jadwal ujian. Ada latihan dan rapat hingga tengah malam. ‘’Masih disambung dengan tugas kuliah yang harus diselesaikan sebelum pagi,’’ tutur mahasiswa jurusan akuntansi itu.

Kini, ia tampil lebih percaya diri. Terlebih banyak teman yang menginspirasi, khususnya di sejumlah ajang pemilihan duta yang diikuti. Karena, ia percaya suatu pencapaian seperti menjadi duta bukan hanya tentang ketika bersinar sendiri, tapi bagaimana cahaya itu bisa menyinari orang di sekitarnya.

‘’Menjadi suara akan hal-hal yang mungkin sudah kama ditinggalkan, memberi manfaat, menjadi jembatan, dan memberikan dampak nyata terhadap masyarakat ataupun lingkungan,’’ tutur perempuan 21 tahun itu. (yna/msu)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Nanik S Deyang Mengundurkan Diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, Wamentan Sudaryono Jadi Penggantinya?

Nanik S Deyang Mengundurkan Diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, Wamentan Sudaryono Jadi Penggantinya?

Nanik S. Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan tersebut diambil karena Nanik akan menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

Unigoro Gelar Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional: Terbuka untuk Pelajar TK hingga Umum, Perebutkan Hadiah Jutaan Rupiah

Unigoro Gelar Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional: Terbuka untuk Pelajar TK hingga Umum, Perebutkan Hadiah Jutaan Rupiah

Kejuaraan pencak silat di Unigoro bekerja sama dengan Pengkab Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Bojonegoro selaku wasit dan dewan juri. Di ajang ini, pertandingan menggunakan sistem gugur dan penilaian digital scoring

Perjalanan Reihan Menembus Paskibraka Nasional 2026  Latihan Pagi-Sore, Jaga Asupan Makanan

Perjalanan Reihan Menembus Paskibraka Nasional 2026 Latihan Pagi-Sore, Jaga Asupan Makanan

Bagi remaja asal Jember tersebut, pencapaian itu bukan sekadar prestasi. Lebih dari itu, menjadi Paskibraka Nasional adalah amanah besar yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer