RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kucuran bantuan bedah rumah di Desa Gagakan, Kecamatan Sambong, belum sepenuhnya menyentuh warga yang membutuhkan. Mbah Samijah, 71, masih tinggal seorang diri di rumah yang kondisinya miring dan nyaris roboh.
Ironisnya, bantuan perbaikan rumah di desa tersebut cukup banyak. Tahun lalu, Desa Gagakan mendapat lima unit bantuan bedah rumah melalui Bantuan Provinsi (Banprov). Tahun ini, ada 11 unit melalui usulan aspirasi. Namun, rumah Mbah Samijah belum masuk daftar penerima.
Kondisi itu membuat Kapolsek Sambong Subardi prihatin. Saat meninjau rumah lansia tersebut, Jumat (11/9), dia mengaku kaget melihat kondisi bangunan yang dihuni Mbah Samijah.
“Saya ke situ juga prihatin, dengan kondisi mbahnya sendirian di rumah yang doyong itu,” ujar Subardi.
Baca Juga: Suginanto Masuk Desil 1, Tak Mendapatkan Bansos
Dia mengaku langsung menindaklanjuti informasi setelah mendapat arahan Wakapolres Blora Slamet Riyanto. Perangkat desa kemudian dihubungi untuk mengecek kondisi Mbah Samijah.
“Saya tadi malam ditelpon, kemudian menindaklanjutinya. Saya datang juga kaget, ternyata memang benar rumahnya nampak doyong,” tambahnya.
Keprihatinan Subardi semakin bertambah setelah melihat kondisi keluarga Mbah Samijah. Menantunya disebut mengalami depresi, sementara dua cucunya tampak mengalami kelumpuhan.
“Ini perlu perhatian khusus dari berbagai pihak, terutama desa,” tegasnya.
Subardi meminta pemerintah desa segera mengupayakan bantuan bedah rumah bagi Mbah Samijah.
Lansia tersebut mengaku sudah tinggal di rumah itu sejak kecil. Dia memiliki empat anak, tetapi tidak ada yang tinggal bersamanya.
“Sejak kecil mas saya di sini. Anak saya empat, namun yang paling tua sudah meninggal. Anak dari yang meninggal itu satu sudah berkeluarga, dan adiknya kembar itu cacat,” tuturnya.
Mbah Samijah mengaku masih menerima bantuan pemerintah. Namun untuk kebutuhan sehari-hari, dia tetap harus mengurus sendiri.
“Kalau bantuan dapat, untuk kehidupan sehari-harinya saya masak sendiri,” katanya.
Sementara itu, Sekdes Gagakan Joko membenarkan desa mendapat bantuan bedah rumah.
“Lima unit tahun lalu dan 11 unit tahun ini. Namun, nama Mbah Samijah belum termasuk di dalamnya,” ujarnya. (hul/ind)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah