
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Jamin, 69, lansia asal Kelurahan Tambahrejo, Kecamatan Blora, kaget setelah bantuan sosial (bansos) yang selama ini diterimanya mendadak tak lagi cair. Penyebabnya, dalam data pemerintah, dia tercatat memiliki mobil.
Padahal, Jamin mengaku sama sekali tidak mempunyai kendaraan roda empat. Sehari-hari, dia hanya bekerja sebagai tukang tambal ban untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Sebelumnya, Jamin menerima bantuan seperti program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT). Namun sejak Juli, bantuan tersebut tak lagi diterimanya.
Awalnya, Jamin mengetahui bansosnya tak cair saat hendak menggunakan kartu ATM untuk mengambil bantuan.
‘’ATM-nya digesek-gesek kok nggak keluar,” katanya.
Penasaran dengan penyebabnya, Jamin kemudian mendatangi kantor Kelurahan Tambahrejo untuk memastikan status bantuan yang diterimanya. Di sana, data dirinya dibuka. Jamin pun terkejut ketika mengetahui dirinya tercatat sebagai pemilik mobil.
‘’Katanya Pak Lurah, ya kamu punya mobil. Kamu punya mobil, ya dicoret dari sana, ndak bisa diurus lagi. Katanya gitu,” bebernya.
Jamin membantah data tersebut. Dia menegaskan tidak pernah memiliki mobil. Kondisinya pun jauh dari gambaran orang yang mampu membeli kendaraan roda empat.
Dia tinggal di rumah sederhana yang belakangan justru mendapat bantuan melalui program bedah rumah. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Jamin mengandalkan penghasilan dari usaha tambal ban yang telah ditekuninya sejak 1992.
Penghasilannya tidak menentu. Dalam sehari, terkadang hanya mendapatkan sekitar Rp20 ribu, bahkan bisa kurang. Pelanggan yang datang pun tidak banyak.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




