Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Didata Punya Mobil, Bansos Tukang Tambal Ban Blora Dicoret

A
Penulis: Achmad Syaeroyzi❯
MIRIS: Jamin sehari-hari sebagai tukang tambal ban. Terdata memiliki mobil, membuat dia dicoret dari bansos. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)
MIRIS: Jamin sehari-hari sebagai tukang tambal ban. Terdata memiliki mobil, membuat dia dicoret dari bansos. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Jamin, 69, lansia asal Kelurahan Tambahrejo, Kecamatan Blora, kaget setelah bantuan sosial (bansos) yang selama ini diterimanya mendadak tak lagi cair. Penyebabnya, dalam data pemerintah, dia tercatat memiliki mobil.

Padahal, Jamin mengaku sama sekali tidak mempunyai kendaraan roda empat. Sehari-hari, dia hanya bekerja sebagai tukang tambal ban untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Sebelumnya, Jamin menerima bantuan seperti program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT). Namun sejak Juli, bantuan tersebut tak lagi diterimanya.

Advertisement

Awalnya, Jamin mengetahui bansosnya tak cair saat hendak menggunakan kartu ATM untuk mengambil bantuan.

‘’ATM-nya digesek-gesek kok nggak keluar,” katanya.

Advertisement

Penasaran dengan penyebabnya, Jamin kemudian mendatangi kantor Kelurahan Tambahrejo untuk memastikan status bantuan yang diterimanya. Di sana, data dirinya dibuka. Jamin pun terkejut ketika mengetahui dirinya tercatat sebagai pemilik mobil.

‘’Katanya Pak Lurah, ya kamu punya mobil. Kamu punya mobil, ya dicoret dari sana, ndak bisa diurus lagi. Katanya gitu,” bebernya.

Jamin membantah data tersebut. Dia menegaskan tidak pernah memiliki mobil. Kondisinya pun jauh dari gambaran orang yang mampu membeli kendaraan roda empat.

Dia tinggal di rumah sederhana yang belakangan justru mendapat bantuan melalui program bedah rumah. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Jamin mengandalkan penghasilan dari usaha tambal ban yang telah ditekuninya sejak 1992.

Penghasilannya tidak menentu. Dalam sehari, terkadang hanya mendapatkan sekitar Rp20 ribu, bahkan bisa kurang. Pelanggan yang datang pun tidak banyak.

Advertisement
Editor : Farhan Reza Ardiansyah
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Awas Hangus! Batas Akhir Tarik Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Tinggal Menghitung Hari, Cek Saldo KKS!

Awas Hangus! Batas Akhir Tarik Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Tinggal Menghitung Hari, Cek Saldo KKS!

Jangan sampai dana hangus! Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 tahun 2026 resmi ditutup 30 September. Panduan lengkap rincian nominal, syarat dokumen, dan cara cek nama kamu di portal resmi Kemensos.

575 KPM Bansos di Kabupaten Blora Ajukan Reaktivasi

575 KPM Bansos di Kabupaten Blora Ajukan Reaktivasi

Sebanyak 6.250 keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Blora terdampak penangguhan. Penerima tersebut terdiri atas program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT).

Suginanto Masuk Desil 1, Tak Mendapatkan Bansos

Suginanto Masuk Desil 1, Tak Mendapatkan Bansos

Kondisi ekonomi keluarga Suginanto, petani asal Dusun Jeding, Desa Nganti, Kecamatan Ngraho menjadi perhatian setelah ditahan di Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro terkait kasus pencurian dua batang kayu jati di petak

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer