RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Mobilitas masyarakat melalui transportasi kereta api di wilayah perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur terus menunjukkan tren positif. Selama semester satu tahun ini, Stasiun Cepu melayani sebanyak 343.873 pelanggan, yakni terdiri atas 171.020 penumpang berangkat dan 172.853 penumpang datang.
Jumlah tersebut mencerminkan tingginya aktivitas masyarakat yang memanfaatkan kereta api untuk berbagai keperluan, mulai dari bekerja, menempuh pendidikan, perjalanan bisnis hingga mudik dan berwisata.
Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif mengatakan, Stasiun Cepu masih menjadi salah satu simpul transportasi penting yang menghubungkan wilayah selatan Jawa Tengah dengan sejumlah kota di Jawa Timur maupun daerah lainnya.
“Stasiun Cepu menjadi salah satu simpul layanan transportasi yang penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di koridor selatan. Kami terus berkomitmen menjaga keandalan operasional serta meningkatkan kualitas pelayanan agar perjalanan pelanggan tetap aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu,” ujarnya.
Baca Juga: 8.764 Penumpang Padati Stasiun Cepu Selama Libur Tahun Baru Islam
Data KAI menunjukkan pergerakan penumpang di Stasiun Cepu mengalami fluktuasi sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Puncak mobilitas terjadi pada Maret 2026 dengan total 75.162 pelanggan, terdiri atas 35.686 penumpang naik dan 39.476 penumpang turun. Tingginya angka tersebut dipengaruhi meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat pada periode tertentu.
Sementara itu, pada Januari tercatat 53.419 pelanggan, Februari 44.970 pelanggan, April 52.419 pelanggan, Mei 56.512 pelanggan, dan Juni kembali meningkat menjadi 61.391 pelanggan. Kenaikan pada Juni menunjukkan permintaan layanan kereta api tetap tinggi menjelang masa libur sekolah.
“Jika dirata-rata, Stasiun Cepu melayani sekitar 57 ribu pelanggan setiap bulan atau hampir 1.900 pelanggan per hari. Angka tersebut menegaskan peran strategis stasiun yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Blora itu sebagai pintu mobilitas masyarakat dan penunjang aktivitas ekonomi kawasan,” ujarnya.
Menurut Luqman, tingginya jumlah pengguna menjadi dorongan bagi KAI untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi operasional perjalanan kereta api, peningkatan fasilitas stasiun, hingga penguatan layanan informasi kepada pelanggan. (hul/ind)
Editor : Bhagas Dani Purwoko