RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Capaian tersebut menjadi raihan WTP ke-12 secara berturut-turut sejak 2015.
Wakil Ketua DPRD Blora, Lanova Candra, menilai keberhasilan itu mencerminkan sinergi yang solid antara pemerintah daerah dan DPRD dalam mengawal tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.
"Predikat WTP ini bukan sekadar prestasi administratif, tetapi juga menjadi refleksi kekompakan dan sinergi seluruh pihak. Semoga capaian ini menjadi energi baru untuk mewujudkan Blora yang maju dan berkelanjutan," ujarnya.
Baca Juga: HMI Blora Tolak Kenaikan BBM Nonsubsidi
Menurut Lanova, mempertahankan opini WTP selama 12 tahun berturut-turut bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan komitmen seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan pengelolaan keuangan berjalan sesuai ketentuan, transparan, dan akuntabel.
"Capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus efektivitas penggunaan anggaran daerah," tegasnya.
Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman, mengatakan opini WTP harus menjadi pemacu semangat bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja, khususnya dalam menjalankan program pembangunan yang berlandaskan regulasi, transparansi, dan efisiensi anggaran.
Baca Juga: Bawaslu Blora Imbau Parpol Aktif Perbarui Data Kepemiluan
"Terutama dalam menjalankan program pembangunan yang berlandaskan regulasi, transparansi, serta efisiensi anggaran," katanya.
Arief menegaskan, Pemkab Blora berkomitmen menjaga kualitas laporan keuangan sekaligus memastikan setiap program pembangunan dilaksanakan secara akuntabel, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kami bertekad menjaga kualitas laporan keuangan dan pelaksanaan program agar akuntabel, terukur, serta berdampak langsung bagi masyarakat," tegasnya. (hul/zim)
Editor : Hakam Alghivari