RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Di Depan ruko toko Roti, dan di atas kursi plastik biru yang dilapisi bantalan kecil, seorang lelaki tua duduk bersandar pada pagar tembok. Tubuhnya tampak sudah rapuh, namun sorot matanya masih bisa membaca. Sesekali ia menunduk, untuk membalikan halaman-halaman buku.
Namanya Suyono. Usianya 78 tahun. Rompi oranye-biru yang melekat di tubuhnya menandakan pekerjaannya sebagai tukang parkir. Di tangan kirinya, peluit putih menggantung, siap digunakan kapan saja.
Terkadang kaki berganti posisi kadang menyilang, kadang lurus ke bawah, dengan sandal jepit oranye yang ia pakai berjibaku untuk menahan panasnya aspal di siang hari.
Namun yang paling mencolok bukanlah seragamnya. Melainkan buku kusam berwarna kecokelatan yang setia ia baca. Judulnya 813, karya Maurice Leblanc. ‘’Buku tentang detektif,” ujarnya singkat.
Baca Juga: Shaqia Hanandiar Falisha: Suka Buku Ilustrasi
Sejak 1990, Suyono menekuni pekerjaan sebagai tukang parkir di Jalan Tuntang 12, Kelurahan Jenar, Kecamatan/Kabupaten Blora. Suyono membaca buku-buku itu, yang pinjam dari Perpustakaan Daerah Kabupaten Blora. Gratis. Tanpa biaya. Setiap minggu ia kembalikan, lalu meminjam lagi.
‘’Daripada diam saja, mending saya baca buku” katanya.
Kebiasaan itu bukan hal baru. Sejak kecil, Suyono sudah gemar membaca. Ia juga sempat mengenyam pendidikan hingga SMP, sebelum akhirnya berhenti. Namun kegemarannya terhadap buku tak pernah ikut berhenti.
Kini, di usia yang tak lagi muda, ia tetap setia membuka lembar demi lembar. Matanya masih cukup kuat untuk membaca, meski pendengarannya mulai berkurang. ‘’Kalau bicara harus keras,” ujarnya sambil tersenyum. (ozi/ind)
Editor : Hakam Alghivari