Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Produsen Genteng di Blora Kecipratan Rezeki Program Gentengisasi, tapi Terkendala Sulitnya Bahan Baku

Bhagas Dani Purwoko • Senin, 6 April 2026 | 19:30 WIB
MENINGKAT: Permintaan genteng di salah satu bisnis produksi genteng di Desa Balong, Kecamatan Jepon mengalami peningkatan.
MENINGKAT: Permintaan genteng di salah satu bisnis produksi genteng di Desa Balong, Kecamatan Jepon mengalami peningkatan.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kucuran keringat menetes dari dahi salah satu pekerja di salah satu bisnis produksi genteng di Desa Balong, Kecamatan Jepon. Bukan karena cuaca panas, tapi mereka harus mengebut pesanan pelanggan yang meningkat.

Hal itu seiring program gentengisasi yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto mulai Tanggal 09 Februari 2026, agar permukiman warga lebih estetik dan meredam suhu panas.

Imron, salah satu perajin genteng di Desa Balong mengakui jika pemesanan genteng selama program gentengisasi digaungakan oleh Presiden Prabowo.

Baca Juga: Opini: Gentengisasi dan Narsisme Kebijakan Top-Down

"Alhamdulillah penjualan meningkat hingga 70 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," paparnya.

Namun, di tengah meningkatnya pesanan, jumlah perajin genteng di desa ini justru menyusut. Sulitnya bahan baku menjadi faktor penyebabnya.

Menurut dia, jika ada bahan baku harus berebus dengan produsen genteng yang lain. "Saat ini, perajin (produsen, red) di desa ini hanya ada 15 perajin yang sebelumnya 25 perajin. Bahan baku sulit dan banyak perajin tidak mau risiko," katanya.

Lebih lanjut, ia mengaku, terdapat tiga tahapan untuk membuat genteng. Pengolahan tanah atau penggilangan, pencetakan, dan terakhir finishing atau pembakaran.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Yudi Sadewa Jawab Polemik: Dari Anggaran 'Gentengisasi' hingga Nasib Saham Gorengan

Sedangkan, untuk harga tergantung dari besar tipisnya, mulai dari Rp 900 hingga Rp 1.200 per biji. "Saat ini memproduksi per harinya mencapai 700 hingga 800 biji, tergantung kondisi cuaca. Jika buruk ya membutuhkan waktu dua hari," ujarnya.

Ia menambahkan, program gentengisasi ini tak hanya dilakukan untuk masyarakat, namun juga program pemerintah yang saat ini berjalan

"Harapannya ya program gentengisasi juga digunakan program pemerintah seperti KDMP," ucapnya. (ozi/ind)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#Genteng #Perajin #Gentengisasi #bahan baku #blora