RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Gejolak yang dipicu mandeknya operasional Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (PG GMM) Blora mulai menemui titik terang.
Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramadhani memastikan bakal melakukan perombakan total manajemen anak perusahaan Bulog tersebut, serta menyiapkan strategi khusus bagi para petani tebu di Blora.
Dalam kunjungannya ke Blora, Rizal menegaskan tengah menyiapkan langkah strategis untuk menjamin penyerapan hasil panen tebu tahun ini. Hal ini menjadi jawaban atas kekhawatiran ribuan petani yang sebelumnya menggelar aksi damai.
"Bulog akan membantu penyaluran hasil panen tebu petani ke pabrik-pabrik PTPN dan SGN di Jawa Tengah," ujar Rizal.
Ia meminta para petani tebu tidak perlu bimbang. Bulog berkomitmen memastikan seluruh hasil panen terserap maksimal meskipun kondisi internal pabrik sedang dalam masa transisi. Selain urusan serapan, fokus utama Bulog saat ini adalah perbaikan dan reorganisasi manajemen PT GMM.
"Kami akan segera mereorganisasi manajemen dan melakukan perbaikan pabrik agar ke depan dapat menyerap tebu petani secara optimal. Kami juga akan melibatkan putra daerah dalam pengelolaannya," tambahnya.
Baca Juga: Ribuan Petani Tebu Blora Kepung Alun-Alun Tagih Janji Giling PT Gendhis Multi Manis 2026
Langkah ini diambil setelah ribuan petani yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menggelar aksi bertajuk "Nagih Janji Bulog" di depan rumah dinas Bupati Blora, Kamis (2/4). Aksi tersebut dipicu oleh mandeknya mesin PG GMM pada 2025 yang membuat operasional pabrik berhenti total.
Ketua APTRI Blora Sunoto mengatakan, upaya ini dilakukan agar suara para petani tebu didengar oleh Presiden Prabowo Subianto dan Direktur Utama Perum Bulog.
Pasalnya permasalahan di PG GMM hanya dapat diselesaikan oleh kedua orang tersebut. Bahkan pihaknya mengklaim, selain kedua orang itu perjuangan petani tebu tidak akan menemui titik terang terhadap nasib PG GMM.
Dalam aksi itu, membawa simpatisan sekitar 2 ribu orang dan terdapat tiga tuntutan yang dibawa ke lokasi aksi. Yakni perihal PG GMM agar dapat operasional kembali pada Tahun 2026. Lalu adanya penggantian manajemen.PG GMM yang mengakibatkan kondisi saat ini.
Jika Direktur Utama Perum Bulog tidak sanggup memenuhi janji agar PG GMM beroperasi tahun ini, pihaknya meminta agar segera dilepas kepada pihak yang mampu mengelola pabrik gula tersebut, baik dijual ke swasta maupun dipindahalihkan ke PTPN atau SGN. (ozi/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana