Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tiga Rumah Terdampak Gerusan Sungai Lusi: Pergerakan Tanah Sudah Terjadi Lima Bulan, DPUPR Blora Sudah Koordinasi dengan BPBD dan BBWS

Rahul Oscarra Duta • Senin, 29 Desember 2025 | 15:30 WIB
TERDAMPAK: Salah satu rumah warga di Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo yang terdampak pergerakan tahan akibat gerusan Sungai Lusi.
TERDAMPAK: Salah satu rumah warga di Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo yang terdampak pergerakan tahan akibat gerusan Sungai Lusi.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sebanyak tiga rumah warga di Dukuh Sambiroto, Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, terdampak pergerakan tanah, yang diduga akibat gerusan aliran Sungai Lusi sejak Jumat sore (26/12).

Salah satu warga setempat, Nur mengatakan, pergerakan tanah tersebut telah berlangsung lima bulan belakangan, dan hingga kini masih terus terjadi. Ia menduga, adanya aliran air di dalam tanah yang memicu terjadinya penggerusan dari bawah permukaan.

Warga setempat telah berupaya melakukan pengurugan tanah setiap hari guna menahan laju pergerakan tanah. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. "Setiap hari dilakukan pengurugan, tapi kondisinya tetap saja," ujarnya.

Warga lainnya, Sayid mengungkapkan, insiden yang menimpa rumahnya terjadi dua kali sekitar satu bulan belakangan. Sehingga, ia memperbaiki dengan alat seadanya untuk mempertahankan rumah agar tetap stabil.

"Insiden pertama itu terjadi sore hari, mengakibatkan satu tembok ambrol. Lalu, yang kedua itu malam hari, dan saat itu ada suara keras, saya lihat bagian belakang sudah rusak dan tiang rumah menggantung," terangnya.

Ditambahkan, hingga saat ini, pihaknya belum pernah diajak diskusi dengan pemerintah desa maupun pemerintah daerah dalam menghadapi situasi yang terjadi. Ia berharap agar insiden ini segera berhenti dan tidak menjalar semakin parah.

"Belum ada obrolan, saat ini saya lakukan penanganan darurat. Rumah saya itu berjarak sekitar 70 meter dari sungai Lusi," tambahnya. Untuk mencegah gerusan lebih lanjut, warga harus melakukan penambalan sementara dengan kayu bekas untuk mengganjal pondasi agar posisi tiang tetap sejajar.

Akibat kejadian tersebut, tiga rumah warga di sekitar lokasi terdampak dan berpotensi mengalami kerusakan lebih parah, apabila tidak segera dilakukan penanganan.

Sementaea itu, Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora Surat mengakui pihaknya memang menerima laporan awal pergerakan tanah yang berdampak pada rumah warga di Dukuh Sambiroto, Desa Buluroto dan langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora.

"Setelah menerima informasi, kami langsung berkoordinasi dan menyampaikan ke BPBD serta Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana. Harapannya, lokasi ini bisa masuk dalam penanganan prioritas, kemungkinan pada tahun anggaran berikutnya," ujarnya. (hul/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Banjarejo #air sungai #pergerakan tanah #sungai lusi #Sungai #Sambiroto #DPUPR Blora #Rumah Warga #bpbd #blora