RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Satu dari 52 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Blora, sementara berhenti beroperasi. Tepatnya di Desa Padaan, Kecamatan Japah. Diketahui, tak beroperasi selama hampir dua minggu, karena anggaran yang tak kunjung cair.
Kepala Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Blora, sekaligus penanggung jawab program MBG, Artika Diannita, akui tutupnya dapur di Japah itu. Menurutnya, berhentinya operasi dikarenakan tak ada anggaran.
’’Iya itu dapurnya berhenti sementara karena anggarannya belum cair,” jelasnya. Artika menjelaskan, faktor yang menyebabkan anggaran yang tak kunjung turun itu bisa jadi disebabkan oleh administrasi yang belum selesai.
’’Sepertinya ada masalah di administrasi. Kemarin sudah koordinasi memang belum cair anggarannya,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro. Walau tutup, menurut Artika, dapur tersebut juga dalam tahap renovasi. Namun, ia akui belum tahu kapan anggaran tersebut dicairkan.
’’Iya masih direnovasi. Untuk perluasan sepertinya. Untuk beroperasi kembali sepertinya nunggu anggaran,” ujarnya. Terkait penerima manfaat, Artika mengatakan, sementara, selama 10 hari terakhir ini tak mendapatkan jatah MBG.
Diketahui, ada 3.000 penerima manfaat yang disasar oleh dapur tersebut. ’’Sekolah-sekolah sudah kami komunikasikan. Memang sementara tidak ada suplai makanan dari dapur. Setidaknya, ada 3.000 penerima manfaat yang saat ini libur dulu,” jelasnya. (hul/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana