Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Pemkab Blora Mulai Susun Master Plan Pengembangan Geopark

M. Nurkhozim • Minggu, 29 Juni 2025 | 23:27 WIB
GUA TERAWANG : Gua ini cukup ramai dikunjungi wisatawan.
GUA TERAWANG : Gua ini cukup ramai dikunjungi wisatawan.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Usulan 15 geosite di wilayah Blora masih diteliti di Badan Geologi Kementerian ESDM. Pemkab berharap hasil uji laboratorium tahun ini sudah selesai agar bisa berlanjut ke usulan pengembangan geopark. Sambil menunggu itu, Pemkab secara berkala menyusun rencana induk pengembangan.

Kepala Bidang Riset dan Inovasi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Blora Tri Cahyo Warsono mengungkapkan, pada 2024 lalu tim dari Badan Geologi telah datang mengunjungi geosite yang ada di Blora. Terdapat 15 geosite yang diteliti dan diusulkan untuk mendapat rekomendasi. Namun, hingga pertengahan tahun ini hasilnya belum keluar.

“Informasi saat ini masih diuji badan geologi,” ungkapnya.

Tri menyampaikan, Pemkab Blora berharap hasil uji laboratorium 15 geosite bisa keluar tahun ini. Sebab, Pemkab telah bersiap menindak lanjuti untuk usulan menjadi geopark.

“Harapannya tahun ini keluar, sehingga kami bisa langsung menindaklanjuti kegiatan usulan ke geoparknya,” terangnya.

Pihaknya mengaku, sembari menunggu proses uji laboratorium selesai dari badan geologi. Pihaknya tahun ini mempersiapkan master plan rencana induk untuk pengembangannya.

“Kami susun master plan rencana induk pengembangan geopark, usulkan ke Bappenas,” tambahnya.

Diketahui, usulan tersebut diharap bisa menetapkan geosite yang ada di Blora menjadi geoheritage kemudian ditindaklanjuti ke pengembangan geopark.

Dari 15 usulan tersebut diantaranya yakni Situs Ngandong, sebagai lokasi penemuan fosil manusia homo erectus termuda berumur 118 ribu tahun. Kedua, Goa Terawang, gua dengan endokarst yang berkembang dengan baik. Gua ini memiliki lima chamber yang saling berhubungan.

Selanjutnya, lokasi hipostratotipe dari formasi bulu, berupa perlapisan batu pasir gampingan dan batu gamping pasiran di Kawasan Sabrangan

Kemudian, Geosite Kalinanas, sebagai lokasi hipostratotipe dari Formasi Ledok. Diduga merupakan reservoir minyak di daerah sekitar Blora. Di lokasi ini, terdapat lapisan batu pasir gampingan. (luk/zim)

Editor : M. Nurkhozim
#Wisata #blora