Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Jembatan Antardesa di Ngawen Rusak Akibat Banjir, Pemkab Blora Segera Tangani Tahun Ini

Bhagas Dani Purwoko • Selasa, 10 Juni 2025 | 18:04 WIB
BANJIR: Jembatan di Kecamatan Ngawen longsor akibat dihantam banjir. Khusus kendaraan roda empat dilarang melintas.
BANJIR: Jembatan di Kecamatan Ngawen longsor akibat dihantam banjir. Khusus kendaraan roda empat dilarang melintas.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Jembatan penghubung antardesa yang berada di ruas jalan Trembulrejo-Randualas, tepatnya di Desa Talokwohmojo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, akhirnya ditutup. Sebab, kondisi jembatan utama penghubung antardesa itu rusak parah karena dihamtam banjir bulan lalu. Kini, telah ditutup untuk kendaraan roda empat. Pemkab Blora pun segera bertindak.

Diketahui, kerusakannya lumayan. Ujung jembatan yang difungsikan sebagai peninggi anjlok sekitar 20 sentimeter. Dan, talud pun longsor sedalam 15 meter. Dari kerusakan tersebut, Pemkab Blora melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora segera beri tindakan memperbaiki ruas jembatan tersebut.

Kabid Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPR Blora Danang Adiamintara mengatakan, perbaikan ditargetkan akan dilakukan tahun ini. Pembangunan jembatan Temuwoh telah dianggarkan Rp 10 miliar dari APBD. ‘’Sudah dianggarkan dari APBD, sebesar Rp 10 miliar untuk perbaikan jembatan Temuwoh, rencana tahun 2025 ini dibangun,’’ jelasnya.

Ia juga menjelaskan, saat ini masih proses tender. Ia menargetkan perbaikan jembatan Temuwoh bisa dimulai pada Juli atau Agustus 2025. ‘’Kalau target Juli, Agustus ya, Insyaallah mulai. Karena saat ini masih proses tender ya,’’ terangnya. ‘’Sudah dianggarkan dari APBD, sebesar Rp 10 miliar untuk perbaikan jembatan Temuwoh, rencana tahun 2025 ini dibangun,’’ tambahnya.

Kepala Desa (Kades) Talokwohmojo Ernawan mengatakan, kondisi tanah di sekitar pondasi jembatan mulai terkikis akibat derasnya aliran sungai. Erosi tersebut membuat struktur jembatan tidak lagi aman dilalui kendaraan besar.

‘’Tanah di sekitar pondasi jembatan sudah mulai terkikis dan sangat rawan mengalami longsor. Untuk sementara, kami hanya izinkan kendaraan roda dua yang melintas. Itu pun harus ekstra hati-hati,’’ ujarnya.

‘’Kami sudah pasang peringatan dan menutup akses untuk mobil. Ini untuk keselamatan bersama. Jembatan ini sangat penting karena menjadi jalur utama masyarakat menuju sekolah, pasar, dan aktivitas lainnya,’’ tambahnya. (hul/bgs)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#Ngawen #jembatan #DPUPR Blora #Pemkab Blora