Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ada Tumpahan Minyak Mentah di Jalan Desa Ledok, Diduga Ada Aktivitas Penambangan Ilegal di Sambong

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 21 Maret 2025 | 18:12 WIB
DIDUGA ILEGAL: Warga temui tumpahan minyak mentah yang diduga diambil secara ilegal di sekitaran sumur minyak tua ledok. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
DIDUGA ILEGAL: Warga temui tumpahan minyak mentah yang diduga diambil secara ilegal di sekitaran sumur minyak tua ledok. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sejak putus kontrak dengan Pertamina pada akhir Februari lalu, dipastikan para penambang tak bisa menambang minyak di sumur minyak tua Ledok dan Semanggi. Namun, beberapa waktu lalu seorang warga menemui tumpahan minyak mentah.

Diduga hasil menambang secara ilegal. Kepolisian pun masih mendalami. Dan, PT. Blora Patra Energi (PT BPE) melimpahkan temuan tersebut untuk diselidiki pihak berwajib. Diketahui, tumpahan minyak mentah terjadi di jalan hutan antara Dukuh Trisinan, Desa Giyanti dengan Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Senin lalu (17/3).

Tampak genangan minyak mentah di beberapa titik. Ada jejak tumpahan minyak mentah tersebut dipanen warga menggunakan wadah plastik dan jerami untuk mengikat minyak. Salah satu warga setempat, Rianto mengatakan, tumpahan minyak itu diduga terjadi pada dini hari.

Beberapa warga juga sempat mengambil tumpahan minyak yang menggenangi jalan. Menurutnya, ada truk mengangkut lantung terperosok. Karena tidak kuat, akhirnya muatannya dikurangi, sehingga menggenangi jalan.

’’Jadi, sepengetahuan saya ada orang ngambil beberapa. Ada yang dapat empat jeriken besar. Lumayan kalau dijual di Wonocolo, laku Rp 100 ribu per jerikennya,” ujarnya Ia menduga, aktivitas pengangkutan minyak ilegal dari Lapangan Ledok menuju Jawa Timur tersebut terjadi selama sepekan terakhir.

Ada yang menggunakan truk ada juga mobil pikap. ’’Biasanya lewat sini jam 02.00 WIB atau 03.00 WIB pagi. Kalau malam di atas jam 21.00 WIB,” ungkapnya.

Terpisah, Komisaris PT BPE Seno Margo Utomo mengatakan pihaknya sudah mengetahui hal tersebut. Ia juga menduga adanya aktivitas ilegal yang bersumber dari sumur minyak tua Ledok. ’’Kalau begini bisa jadi black market atau illegal trading ini yang merusak kepentingan nasional dan daerah juga kepentingan warga penambang,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, untuk segera laporan ke pihak yang berwajib jika ada aktivitas ilegal di dekat sumur minyak tua. ’’Dilaporkan saja jika ada,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Sambong AKP Tejo Utomo saat dikonfirmasi menegaskan,  pihaknya sudah memerintahkan anggotanya untuk mendatangi dan mengecek jalan yang tergenang minyak mentah. ’’Sampai saat ini belum ada laporan di Polsek Sambong. Namun, anggota kami sudah ke lokasi,” jelasnya. (hul/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Jawa Timur #tumpahan minyak #tumpahan minyak mentah #Blora Patra Energi #wonocolo #pertamina #PT BPE #minyak mentah #aktivitas ilegal #ledok #lantung #sumur minyak tua #Black Market #blora #minyak #Sambong #putus kontrak