BLORA, Radar Bojonegoro - Pasangan Calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Blora nomor urut 01 Arief Rohman-Sri Setyorini (Asri) mengagendakan rekonsiliasi dengan lawan politiknya. Usai raih kemenangan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Blora 2024 dengan raihan 83,75 persen suara berdasar real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) Blora.
Bahkan, Arief Rohman mengimbau pendukung dan simpatisan tidak jemawa. ’’Tentu akan lakukan itu (rekonsisilasi). Kita semua saudara. Setelah ini, kami silaturahmi, kami atur waktu untuk bertemu,” ungkapnya.
Arief menyampaikan, bahwa setelah pilkada rampung, semua kembali menjadi masyarakat Blora. Perlu sinergi semua pihak. Agar Blora terus maju ke depannya. ’’Kita tetap bersatu, sekarang semua masyarakat Blora, bahu membahu untuk membangun blora,” katanya.
Ketua Dewan Kebudayaan Blora (DKB) Dalhar Muhammadun mengamati, bahwa angka yang ditorehkan pasangan Asri tercatat sebagai kemenangan dengan persentase terbesar dalam sejarah pemilihan langsung di Pilkada Blora 2024.
’’Hal ini menunjukkan, bahwa kepuasan masyarakat cukup tinggi,” katanya. Menurutnya, hal tersebut dapat diukur sejak jauh-jauh hari. Terutama dari nilai kepuasan masyarakat atas kinerja petahana dan portofolio positif petahana yang secara objektif dapat dilihat dari berbagai survei.
Kinerja tersampaikan secara masif ke masyarakat luas. Baik melalui media, tim sukses maupun relawan. ’’Blora itu 'sempit'. Para tokoh dan masyarakat cukup mengetahui portofolio masing-masing. Hal ini yang kemudian menjadi pangkal tolak untuk membangun kecenderungan dukungan,” katanya.
Selain itu, gaya kampanye juga berpengaruh. Asri menang telak lantaran gaya kampanye santun dan konsisten. Juga pendekatan kepada simpul-simpul masyarakat yang berada di pelosok-pelosok. ’’Tetap menjaga kesantunan, sekali pun sering mendapatkan serangan yang memancing dan tidak objektif,” tuturnya. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana