BLORA, Radar Bojonegoro - Dari total 271 desa, tercatat hanya 18 desa ditetapkan sebagai desa wisata. Meski masih sedikit, desa-desa tersebut mulai bersungguh-sungguh mengelola potensi alam dan budaya. Mereka direncanakan bakal bertarung di Festival Desa Wisata.
Gua Sentono kini mulai dipoles. Gua berada di Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, tersebut ditambah gazebo dan destinasi kuliner. ‘’Dapat bankeu (bantuan keuangan) Rp 300 juta, bangun gazebo dan warung. Kami kerja samakan dengan CSR pihak swasta," kata Kepala Desa (Kades) Mendenrejo Supari kemarin (28/7).
Menurut Supari, wisata Gua Sentono memanfaatkan potensi alam dan sejarah kebudayaan melekat di masyarakat. Tahun ini, desanya ikut perhelatan festival dan penganugerahan desa wisata terbaik di daerah. Potensi wisata desanya sudah dikemas video profil akan dinilai tim dari Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwista (Dinporabudpar) Blora.
Kades Bangsri Kecamatan Jepon Laga Kusuma mengatakan, wisata di desanya digarap serius setahun lalu. Konsep paket wisata alam dipadukan kuliner dan sejarah desa. Pengunjung mulai ramai berdatangan usai peresmian perdana tahun ini.
"Iya kami maksimalkan potensi alam persawahan di desa," jelasnya. Dia turut mengikuti agenda digelar dinporabudpar. Video profil desa telah dikirim.
Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinporabudpar Blora Budi Riyanto menjelaskan, sebanyak 18 desa wisata bakal menunjukkan potensinya. Memacu perkembangan desa-desa wisata lainnya untuk tumbuh.
Namun ada pengecualian satu desa, yakni Desa Sambongrejo hanya ikut memeriahkan. Sebab, sudah mendapatkan nominasi desa wisata tingkat provinsi dan nasional. ‘’Desa Sambongrejo tidak kami ikutkan bersaing, hanya memeriahkan," jelasnya. (luk/rij)
Editor : M. Yusuf Purwanto