Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Petani Pilih Jual Tebu ke Lamongan

M. Yusuf Purwanto • Selasa, 9 Mei 2023 | 20:33 WIB
UNTUK GULA: Aktivitas alat berat mengangkut panen tebu di Pabrik GMM Blora.(LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)
UNTUK GULA: Aktivitas alat berat mengangkut panen tebu di Pabrik GMM Blora.(LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)
BLORA, Radar Bojonegoro - Perkebunan tebu di wilayah Kedungtuban mulai dipanen kemarin (8/5). Hasil panen itu banyak dijual di pabrik gula di Ngimbang, Lamongan. Padahal di Blora juga ada pabrik gula. Persaingan harga menjadi alasan petani menjual tebunya ke luar daerah.

Sabar, salah satu buruh tani tebu mengungkapkan, harga tebu saat ini mencapai Rp 120 ribu per kuintal. Namun, harga itu tidak pasti karena sering berubah-ubah. Ditengarai karena persaingan. Itu menjadi alasan pemilik kebun tebu menjualnya ke luar daerah. ‘’Harga tebu biasanya tidak pasti, berubah-ubah. Yang siap beli tinggi, itu yang dipilih,’’ katanya.

Humas PT Gendhis Multi Manis Gito menjelaskan, penyerapan tebu di pabriknya meliputi 8 pos pabarik. Di Blora ada tiga pabrik. Di Todanan, Cepu, dan Kradenan.

Gito menjelaskan, harga tebu terus berubah. Saat ini harganya tercatat Rp 67 ribu per kuintal.

‘’Kalau harga tebu itu kan fluktuatif, terus berubah. Sehingga kami belinya dengan harga menyesuaikan pasar,’’ ungkanya.

Gito mengungkapkan, serapan tebu tahun lalu sekitar 70 persen dari target penyerapan 400 ribu ton. Itu dipengaruhi kondisi cuaca yang tidak menentu dan curah hujan yang cukup tinggi. ‘’Sehingga penyerapan kami juga tidak maksimal. Kendalanya di cuaca," tuturnya.

Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora Gundala Wejasena meminta pabrik gula di Blora menyerap tebu petani dengan baik.  Sehingga, petani Blora bisa merasakan keberadaan PT GMM.

"Kami harapkan PT GMM operasional dengan baik dan lancar. Serta dapat menyerap semua tebu di Blora agar tebu tidak keluar dari Blora,’’ terangnya. (luk/zim) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Panen tebu #Petani #mBangun Blora Berkelanjutan #blora