Pengunduran diri Tri Harjianto sebagai Dirut BPE ditengarai usai kemelut yang terjadi di BPE. Salah satunya ramai isu terkait dengan Sumur Tua Ledok. Sayangnya, Tri Harjianto saat dikonfirmasi usai RUPS belum memberikan jawaban. Sehingga, alasan dia mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan yang diembannya belum jelas.
Sementara itu, saat dikonfirmasi Prima Segara membenarkan dirinya menjabat Plt Dirut BPE. Dia mengatakan, dalam mengemban amanah bakal lebih fokus untuk membuat BPE Blora lebih baik lagi. Pihaknya juga berencana membuat kondisi perusahaan milik daerah itu lebih kondusif dan sinergi dengan awak media.
“Kami akan membina hubungan baik dengan pers. Kami sadar kami bagian dari Blora, kita cari makan di sini. Maka kita jaga Blora dengan baik,” katanya.
RUPS BPE kemarin (4/5) ada dua agenda. Yakni pembahasan rencana kerja 2023 dan diterimanya surat pengunduran diri Tri Harjianto sebagai Dirut BPE.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Blora Komang Gede Irawadi membenarkan bahkan pemkab menyarankan penyelesaian masalah BPE dilakukan dalam RUPS. Tentu melibatkan pengawasan dari para komisaris BPE. "BPE ini BUMD, maka saya sarankan untuk di rups saja," terangnya.
DPRD Blora juga berencana memanggil jajaaran direksi dan komisaris BPE pada Senin (8/5) depan. Itu untuk dimintai klarifikasi persoalan yang melilit BPE akhir-akhir ini. (luk/zim) Editor : M. Yusuf Purwanto