’’Sebelum tanggal 5 Mei, CJH yang sudah masuk namanya harus melunasi kekurangan biaya.’’
Nur Sholihin, Staf Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Blora
BLORA, Radar Bojonegoro - Calon Jamaah Haji (CJH) masih banyak yang belum menulasi biaya pemberangkatan. Hingga Selasa (18/4) baru tercatat 150 orang yang melunasi biaya. Padahal. Jumlah total CJH tahun ini sebanyal 621 orang. Para CJH diberikan tenggat hingga 5 Mei mendatang jika tidak ingin digantikan.
Staf penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Blora Nur Sholihin menjelaskan, CJH yang sudah melunasi biaya haji tercatat sekitar 150 orang. Jumlah tersebut masih belum mencapai setengah dari jumlah CJH berangkat tahun ini, yakni sebanyak 621 orang.
‘’Sebelum tanggal 5 Mei, CJH yang sudah masuk namanya harus melunasi kekurangan biaya,’’ jelasnya.
Nur menerangkan, pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) telah dibuka sejak 11 April lalu. Sehingga, menyisakan waktu beberapa minggu ke depan. Para CJH diharapkan segera melunasi biaya itu. Saat ini Bipih di embarkasi Solo sebesar Rp 49,8 juta. Lebih tinggi dari tahun lalu.
‘’Memang setiap tahun naik, tapi wajar. Juga ada subsidi dari pemerintah pusat,’’ jelasnya.
Ia menjelaskan, pada pendaftaran awal CJH telah membayar Rp 25 juta. Sehingga, sisa yang harus dibayarkan sebesar Rp 24,8 juta. Konsekuensi jika tidak membayar pada tenggat waktu yang ditentukan, kursi yang sebelumnya telah diisi bakal digantikan oleh CJH cadangan yang telah dipersiapkan.
‘’Nantinya CJH cadangan bisa menutup kursi CJH yang belum melunasi,’’ jelasnya.
Sementara dari edaran pemerintah pusat Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang telah disubsidi pemerintah pusat di embarkasi Solo mencapai Rp 90,1 juta. Sehingga subidi pemerintah pada CJH berangkat embarkasi Solo sebesar Rp 40,3 juta. (luk/zim) Editor : M. Yusuf Purwanto