Kabid Pasar Daerah Dinas Pedagangan, Koperasai dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora Soni Setiawan menjelaskan, setelah rakor dengan dinas pangan, pertanian, peternakan dan perikanan (DP4) serta Sekda, diperkirakan ada 300 sampai 400 ekor mati.
‘’Kami sudah rapat di ruang Pak Bupati untuk pencegahan PMK,” jelasnya.
Soni menjelaskan, salah satu rekomendasi menutup sementara dua pasar hewan. Sebab menjadi transaksi jual beli sapi antar daerah dan warga Blora, agar tidak menyebar lebih banyak.
Ia mengaku sudah berkirim surat kepada Bupati untuk meminta petunjuk penutupan pasar hewan. Sebelumnya, setelah kasus PMK mereda, dua pasar hewan sempat dibuka seperti biasa.
Tekad salah satu peternak sapi khawatir merebaknya visur PMK menyerang beberapa ternak. Ia setuju jika ada penutupan pasar hewan agar bisa mencegah penularan. ‘’Melihat merebaknya PMK dan beberapa info di grup terkait kematian sapi, alangkah lebih baiknya kalau pasar hewan ditutup sementara meminimalisir penularan,” jelasnya. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto