Kepala Dinas PUPR Blora Samgautama Karnajaya mengatakan, telah menerjunkan petugas lapnagan dan alat berat mengatasi longsoran dan rumah terdampak. Satu rumah dirobohkan dengan ekskavator hingga rata.
"Menindaklanjuti permintaan dari masyarakat setempat, kami juga terjunkan bersama para petugas melakukan penanganan darurat sementara agar kerusakan ditimbulkan tidak semakin besar dan bertambah," bebernya.
Ia menjelaskan, penanganan permanen segera berkoordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS Pemali) Juana Semarang. Ia berharap agar tahun depan menjadi prioritas bisa ditangani.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Blora Surat mengatakan, penanganan darurat dilakukan dengan melaksanakan pembongkaran rumah sudah ambles.
Mengurangi beban di atas tanah agar tidak semakin berat. Sehingga potensi longsor susulan dapat dicegah.
"Sementara longsoran rumpun bambu dan pepohonan dilakukan pembersihan dan dimanfaatkan sebagai dolken sisi rumah sebelah timur dengan konstruksi turap bambu dan kayu," terangnya.
Ke depan, apabila area lokasi longsor sudah stabil, tanah sekitar rumah terdampak akan dilakukan pengurukan sementara dengan sandbag terisi tanah. “Untuk meratakan kembali tanah rumah warga yang longsor,” jelasnya.
Kali Lusi sekitar Jembatan Tirtonadi di Kelurahan Mlangsen rawan terjadi gerusan tanah. Sebelumnya badan jalan Jembatan Tirtonadi ke selatan tergerus longsor. Sehingga jalan saat ini ditutup. Penanganan diupayakan menguruk kembali jalur tersebut. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto