Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora Istadi menjelaskan, gencarkan bersih lingkungan perkotaan. Seperti pembersihan kali, drainase, dan memoles lingkungan wajah perkotaan.
Terdapat beberapa titik menjadi penilaian yakni di Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Blora, perkantoran, instansi pendidikan, jalanan protokol, dan sejumlah kali dan drainase di perkotaan. "Seperti di Kali Grojogan itu menjadi wajah perkotaan, kami telah bersihkan bersama berkolaborasi dengan banyak pihak," bebernya.
Penilaian berlangsung besok (16/9). Istadi mengimbau masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Sebab jika saat penilaian terlihat banyak sampah akan mengurangi penilaian.
Ketua Lembaga Konsersavi Lingkungan Hidup Blora Eko Arifiyanto menjeleaskan, masih banyak pekerjaan rumah mesti dilakukan terkait persoalan sampah perkotaan. Dari setahun lalu hingga sekarang, belum ada penanganan permasalahan sampah di Kali Grojogan.
"Padahal itu wajah utama Blora kota. Sebetulnya itu kan persoalan kecil, karena hanya melewati beberapa desa dan beberapa kelurahan saja. Itu saja belum rampung," ujarnya.
Kenapa itu menjadi prioritas, karena salah satu indikator penilaian Adipura adalah kondisi fisik lingkungan perkotaan. Pihaknya masih belum melihat terciptanya sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi di Blora.
"Ini yang akhirnya membuat program-program penanganan dan pengelolaan sampah seperti jalan di tempat," tuturnya. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto