Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Pakai Barcode Picu Antre di SPBU di Blora

M. Yusuf Purwanto • Sabtu, 3 September 2022 | 19:14 WIB
BAHAN BAKAR: Antrean pengendara membeli BBM bersubsidi di semua SPBU kemarin. Seiring pembelian memakai barcode. (Lukman Hakim/RDR. Blora)
BAHAN BAKAR: Antrean pengendara membeli BBM bersubsidi di semua SPBU kemarin. Seiring pembelian memakai barcode. (Lukman Hakim/RDR. Blora)
BLORA, Radar Bojonegoro - Antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) mengular di sejumlah SPBU. Hal itu disebabkan pembelian menggunakan barcode, sehingga butuh waktu. Terlebih di SPBU Sambong pengiriman sempat telat sebab mesin kendaraan pengangkut macet.

 

"Mobil tangki pengirimannya rusak. Jadi suplai pertalite dari pagi hingga sore kosong. Pagi mobil masih dibengkel, akhirnya gak bisa jualan. Sore ini sudah sampai," ujar Nur Halim supervisor SPBU Sambong kemarin (2/9).

 

Halim menjelaskan, suplai BBM dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tuban, masih lancar. Kiriman sesuai permintaan, saat ini pihaknya meminta 24 kiloliter (kl) hanya dikirim 16 kl. Sebelumnya BBM jenis pertalite pengirimannya dikitir, pihaknya mendapat jatah 16 kl.

 

Menurutnya, pembeli mengantre semenjak ada isu kenaikan BBM bersubsidi. Padahal, pemerintah belum menaikkan harga pertalite dan solar. Dan kepanikan konsumen ini juga terjadi di beberapa SPBU. "Jadi tidak hanya di sini (SPBU Sambong) kelihatanya semua SPBU sama," jelasnya.

 

Hal sama diungkapkan Eko Djulianto yang menjelaskan, kebijakan pembelian menggunakan MyPertamina ditengarai berdampak pembelian BBM antre. Pembelian butuh proses scan barcode QR. Terkadang pembeli harus mengulang scan agar bisa jelas terbaca sistem.

 

"Kami punya grup koordinasi semua SPBU di wilayah mengalami hal sama, antrean panjang," ungkapnya.

 

Menurut Eko, pengiriman masih lancar, sebelumnya permintaan BBM pernah dikitir, diplot masing-masing SPBU. Saat ini bisa lebih flekaibel. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#BBM Bersubsidi #spbu #antre #barcode #blora