Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Rumah Artefak Blora Suguhkan Benda Purbakala

M. Yusuf Purwanto • Jumat, 2 September 2022 | 18:34 WIB
MUSEUM: Fosil gajah purba menjadi koleksi Rumah Artefak Blora. Bangunan di selatan Alun-Alun Blora ini menyimpan 306 benda purbakala yang menjadi aset wisata edukasi. Blora menyimpan peradaban masa lampau. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLora)
MUSEUM: Fosil gajah purba menjadi koleksi Rumah Artefak Blora. Bangunan di selatan Alun-Alun Blora ini menyimpan 306 benda purbakala yang menjadi aset wisata edukasi. Blora menyimpan peradaban masa lampau. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLora)
BLORA, Radar Bojonegoro - Berbagai benda sejarah dan kebudayaan terpampang di etalase-etalase Rumah Artefak Blora. Digunakan sebagai destinasi wisata edukasi kesejarahan bagi generasi penerus bangsa.

 

Saat ini terdapat 306 benda dipamerkan, sedangkan yang masih tersimpan sekitar 500 benda sejarah.

 

‘’Masih banyak yang tersimpan di dalam berupa potongan-potongan temuan artefak, belum ditaruh etalase,’’ ujar Penjaga Rumah Artefak, Lukman saat ditemui kemarin (1/8).

 

Lukman mengungkapakan, Rumah Artefak di Timur GOR Mustika ini menyuguhkan berbagai macam koleksi benda kesejarahan. Saat ini yang dipajang di etalase berjumlah 306 benda dari berbagai masa lampau, berupa fosil binatang purba, dan benda yang digunakan masyarakat zaman dahulu.

 

"Benda-benda pusaka juga kami pajang, sumua yang ada kami tujukan untuk edukasi kesejarahan di daerah," paparnya.

 

Semua benda itu merupakan kumpulan dari temuan di berbagai lokasi di Blora. Benda di Rumah Artefak diperkirakan sudah mencakup semua kecamatan.

Selama Lukman bergelut di dunia kesejarahan daerah, setiap kecamatan di Blora memiliki potensi benda purbakala.

 

Potensi wisata edukasi berupa benda purbakala bisa menjadi daya tarik wistawan, terlebih saat ini di Desa Kapuan, Kecamatan Cepu sedang dilakukan penelitian, karena banyak sekali fosil dan potongan benda sejarah.

 

"Untuk saat ini wilayah yang paling banyak ditemukan di Desa Kapuan," jelasnya.

Lukman menjelaskan, saat ini yang rutin datang ke Rumah Artefak merupakan siswa-siswi. Datang rombongan untuk melihat sekaligus belajar sejarah di daerah.

Karena selain artefak dan benda sejarah, juga terdapat  berbagi buku memuat informasi sejarah daerah.

 

Tidak hanya sekadar ingin mengetahui benda apa saja yang disimpan di dalamnya, dengan perkembangan pemuda yang melek teknologi, Rumah Artefak Juga digunakan untuk membuat konten dan dokumentasi media sosial.

Hal itu terlihat kekita finalis duta wisata berkunjung di Rumah Artefak Kemarin (1/9), sebelumnya juga sering digunakan pelajar untuk membuat konten video, Juga terdapat patung rekonstruksi homo erectus progresif, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, khususnya pelajar.

 

Patung itu bantuan dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran.

Banyaknya temuan-temuan benda purbakala di Rumah Artefak membutuhkan tempat cukup luas, sehingga butuh gedung yang lebih bisa mewadahi koleksi benda kesejaran daerah. (luk/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Bidang Studi #Purba #kebudayaan #sejarah #BPSMP #Rumah Artefak #blora