Kepala Kantor Kemenag Blora Muhammad Khafit mengatakan, perkembangan pesantren sudah mulai membaik tahun ini. Tercatat sudah terdaftar 82 ponpes. Perkembangannya terus dipantau dan dikordinasikan dengan pengurus pondok.
"Terutama pondok-pondok besar seperti Khozinatul Ulum dan An Nur," jelasnya.
Khafit memastikan, terdapat penambahan santri tahun ini. Selain rutinitas mengaji, pondok menawarkan beberapa keterampilan wirausaha atau entrepreneur. Seperti Ponpes Khozinatu Ulum dan An Nur, dipercaya menjalankan program dari pemerintah pusat.
"Dua ponpes mendapat program kemandirian pesantren, dilakukan secara berkelanjutan," jelasnya.
Ia menjelaskan, berbeda dengan bantuan sekali habis, nantinya program bantuan berjalan kontinyu. Meliputi pengelolaan pertanian dan peternakan, santri diajari menjadi entrepreneur. Pendampingan sampai ponpes mampu menghasilkan keuntungan.
Data BPS Blora tahun lalu menyebutkan, sebanyak 8.317 santri dengan 852 pengajar. Perkembangan santri di Blora saat ini juga didorong peraturan daerah (perda) tentang pesantren. Saat ini masih digarap oleh pansus DPRD Blora dan stakeholder dari pemkab dan Kemenag. (luk/rij)