Karena masih dalam masa pemeliharaan, tanggunggjawab bangunan dibebankan rekanan.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Dindagkop-UKM) Blora Kiswoyo menjelaskan, sebagian plafon bangunan blok D mengalami kerusakan, namun belum mengetahui penyebabnya.
“Kami baru terima laporan, dan kami sudah kirimkan surat kepada rekanan atas kejadian plafon yang ambrol,” jelasnya kemarin (31/5).
Kiswoyo mengungkapkan, bangunan masih menjadi tanggungg jawab rekanan, sehingga ketika terjadi kerusakan, pihsak ketiga yang memperbaiki. Agar kejadian tidak terulang, akan meminta perbaikan dilakukan dengan teliti, memastikan pemasangan plafon kuat.
Sebab berbahaya jika sudah ditempati dan terjadi hal yang sama. “Apalagi ini fasilitas umum yang nantinya ditempati orang banyak,” paparnya.
Terkit penempatan pasar oleh pedagang, pihaknya mengklaim persiapan sudah 90 persen. Nantinya, akan melibatkan pihak lain. Seperti penggelola pasar, sebab pendataan pedagang rawan terjadi perselisihan. “Betul-betul kami cermati pedagang yang berhak menempati, tentunya yang tahu adalah pengelola pasar dan pedagang,” tegasnya.
Anggaran pembangunan Blok D pasar Sido Makmur di Kelurahan Mlangsen mencapai Rp 3,8 miliar, selesai dibangun akhir tahun lalu. Namun, hingga saat ini masih belum ditempati pedagang, dari pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, para pedagang masih berjualan di sampingg bangunan baru dan di beberapa bidak sementara di selatan dan barat pasar Blok D. (luk/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto