BLORA - Kendaraan berat bertonase masih bebas melintas di Jalan Cepu-Blora. Sebab, Jembatan Timbang di Kecamatan Sambong, sampai tahun ini masih belum ada kepastian akan diaktifkan.
Sejak, Jembatan Timbang diambil alih Kementerian Perhubungan awal 2017 lalu, jembatan timbang kini tutup total. Bahkan, awal 2018 ini juga masih belum ada kejelasan jembatan untuk mengecek berat kendaraan ini akan dibuka.
Suhartoyo, petugas jaga Jembatan Timbang Sambong mengatakan, selama satu tahun belum menerima berita apapun terkait jembatan timbang. Termasuk pengaktifannya. Bahkan, jembatan timbang Blora ini tidak masuk rencana akan diaktifkan dalam waktu dekat ini.
Sebab, kata Suhartoyo, ada informasi jika tahun ini rencananya ada empat jembatan timbang di Jawa Tengah yang akan diaktifkan. Sempat ada rapat di pemerintah provinsi terkait jembatan timbang yang mulai aktif. Tapi bukan semua.
“Tahun ini di Jateng yang aktif hanya jembatan timbang Wanareja, Subah, Sarang, dan Klepu,” ujarnya.
Ditutupnya jembatan timbang, tentu tidak ada lagi pengukuran muatan bagi truk yang akan melintas di sepanjang jalan Blora-Cepu. Sehingga, truk bermuatan berlalu lalang dengan bebas. Padahal, lanjut dia, jembatan timbang ini sebenarnya memiliki potensi besar.
Seperti pada 2001 lalu ketika masih ditetapkan retribusi, jembatan timbang ini bisa mendapatkan pemasukan untuk pendapatan asli daerah (PAD) untuk provinsi sekitar 1,5 miliar.
Editor : Muhammad Suaeb