Komisi A DPRD Blora Dorong KDMP Miliki Arah Bisnis yang Jelas  

Muhammad Suaeb • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 14:59 WIB
KETUA KOMISI A SUPARDI
KETUA KOMISI A SUPARDI

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Komisi A DPRD Blora mengingatkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) agar segera memiliki arah bisnis yang jelas. Jangan sampai koperasi yang dibentuk untuk menggerakkan ekonomi desa justru kesulitan menjalankan operasional karena belum memiliki sumber pendapatan yang pasti.

Ketua Komisi A DPRD Blora Supardi mengatakan, pemerintah daerah bersama pengurus KDMP perlu segera menyusun regulasi yang menjadi dasar pengembangan unit usaha koperasi. Menurutnya, peluang usaha seperti agen maupun pangkalan LPG bersubsidi serta penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani dapat menjadi sektor yang potensial apabila diatur dengan skema yang tepat.

“Kalau memang nanti KDMP diberi ruang mengelola agen atau pangkalan gas maupun penyaluran pupuk bersubsidi, regulasinya harus jelas. Jangan sampai berbenturan dengan pelaku usaha yang sudah ada atau justru menimbulkan persoalan baru di lapangan,” ujarnya.

Menurut Supardi, kepastian regulasi akan memudahkan koperasi menyusun rencana usaha sekaligus menghitung potensi pendapatan. Dengan demikian, KDMP tidak hanya berdiri sebagai lembaga baru, tetapi benar-benar mampu menjalankan usaha yang menghasilkan keuntungan.

Selain unit usaha, Komisi A juga meminta pemerintah segera menetapkan skema operasional koperasi, termasuk besaran gaji pegawai. Kepastian tersebut dinilai penting agar tidak muncul persoalan ketika KDMP mulai beroperasi.

Baca Juga: Komisi A DPRD Blora Dorong KDMP Miliki Arah Bisnis yang Jelas

“Nominal gaji pegawainya harus segera diputuskan. Jangan sampai nanti muncul kabar yang tidak baik karena koperasi kekurangan modal hanya untuk membayar pegawai,” tegasnya.

Supardi menambahkan, setiap KDMP juga perlu dibekali target usaha yang terukur. Mulai dari target omzet, laba, hingga indikator kinerja lainnya harus ditetapkan sejak awal sebagai tolok ukur keberhasilan koperasi.

“Harus ada target yang jelas. Berapa omzet yang ingin dicapai, berapa laba yang ditargetkan setiap tahun. Kalau targetnya ada, evaluasi juga akan lebih mudah dilakukan,” terang pria yang akrab disapa Mbah Pardi itu.

Ia berharap KDMP di Blora tidak hanya menjadi pelaksana program nasional, tetapi mampu tumbuh sebagai koperasi yang sehat dan mandiri. “Tata kelola yang baik, regulasi yang jelas, serta target usaha yang realistis menjadi modal utama agar koperasi benar-benar memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat desa,” jelasnya. (adv)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
Komisi A DPRD Blora KDMP komisi a Koperasi blora