Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bantu Tingkatkan Produktivitas Tembakau, DKPP Bojonegoro Beri Pelatihan pada Kelompok Tani Tembakau

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 13 November 2024 | 02:00 WIB
SIAP PANEN: Petani di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang mengecek tanaman tembakau. (DEWI SAFITRI/RDR.BJN)
SIAP PANEN: Petani di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang mengecek tanaman tembakau. (DEWI SAFITRI/RDR.BJN)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Selain minyak bumi, Bojonegoro juga terkenal sebagai daerah produsen berbagai hasil bumi. Salah satu hasil bumi yang paling kentara industri dan pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat Bojonegoro adalah tanaman tembakau.

Utamanya digunakan utnuk produk rokok sigaret. Industri tembakau Bojonegoro meliputi banyak sektor padat karya, mulai dari pertanian tembakau hingga industri pengolahan di berbagai penjuru Kota Ledre.

Agar kualitas tembakau tetap terjaga, sehingga terus dilirik berbagai perusahaan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro turut berkontribusi melalui pelatihan kepada petani.

’’Salah satu bentuk pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) oleh DKPP adalah pelatihan peningkatan kualitas tembakau. Pelatihan ini ditujukan untuk petani dan kelompok tani,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana dan Perlindungan Tanaman (Sarpras dan Perlintan) DKPP Bojonegoro Retno Budi Widyanti.

’’Pelatihan kami sajikan dalam bentuk penyuluhan, mulai penanaman hingga panen. Kami bersama BSIP (Balai Standar Instrumen Pertanian) memberikan pendampingan untuk sepuluh kelompok tani, dengan pelatihan sepuluh kali per kelompok,” lanjut Retno.

Dengan ini, DKPP Bojonegoro memberikan pelatihan sebanyak total 100 pertemuan untuk 10 kelompok tani berbeda. ’’Kelompok tani yang menerima pelatihan tentu merupakan kelompok tani tembakau dari daerah penghasil, seperti Kedungadem, Kepohbaru, Kanor, Baureno dan sebagainya,” tambahnya.

Pelatihan juga dibarengi dengan pemberian bantuan seperti pupuk untuk kelompok tani. ’’Kami turut mendampingi agar bantuan dapat digunakan dengan tepat guna, sehingga dapat langsung nyambung,” ujar Retno.

Pelatihan-pelatihan ini mengajarkan para petani untuk bercocok tanam tembakau sesuai upaya budidaya baik, atau GAP (Good Agriculture Practices). ’’Sistem budidaya yang baik dapat meningkatkan produktivitas tembakau,” jelas Retno.

’’Dengan pelatihan ini, diharapkan petani jadi tahu cara budidaya tembakau yang benar dan ramah lingkungan. Digabung dengan bantuan sarpras, nantinya dapat meningkatkan nilai tambah tembakau serta memudahkan usaha petani,” tambahnya. (*/edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kelompok tani #dkpp #Petani #budidaya #Pertanian #tanaman #gap #Pelatihan #tembakau #industri #bantuan #DKPP Bojonegoro #DBHCHT