BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK) akan melaksanakan berbagai program dalam perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P APBD) 2024.
Diantaranya, pembangunan sanitasi limbah setempat, pemasangan sambungan listrik gratis, perbaikan atap lantai dinding (aladin), dan pembangunan sarana air bersih bagi rumah tangga tidak mampu. Sederet program yang akan dilaksanakan mulai November 2024 ini merupakan langkah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sebagai upaya pengentasan kemiskinan di Bojonegoro.
Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro Adriyanto mengatakan, Program pembangunan sanitasi, pemasangan listrik gratis, perbaikan aladin, dan pembangunan sarana air bersih merupakan upaya Pemkab Bojonegoro untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Utamanya, kelompok masyarakat yang masih membutuhkan bantuan dari Pemkab.
‘’(Program-program tersebut) sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,’’ ujarnya.
Berdasar data dari Dinas PKPCK Bojonegoro, pada P APBD 2024 Pemkab melalui Dinas PKPCK Bojonegoro akan melakukan perbaikan aladin untuk rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 530 unit. Kemudian, pemasangan listrik gratis untuk rumah tangga tidak mampu sebanyak 139 unit. Selanjutnya, pembangunan sanitasi limbah setempat sebanyak 1.199 unit. Dan, pembangunan sarana air bersih di 14 lokasi.
‘’November mulai dikerjakan. Target selesai akhir November 2024,’’ tutur Kepala Dinas PKPCK Kabupaten Bojonegoro Satito Hadi.
Dia mengatakan, program-program tersebut sebagai salah satu upaya untuk penanggulangan kemiskinan di Bojonegoro. Sebagaimana indikator kemiskinan menurut Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa dikategorikan miskin miskin apabila memiliki rumah dengan kondisi atap, lantai, dinding yang tidak layak. Selain itu, rumah tidak memiliki fasilitas buang air besar (BAB) yang layak. Kemudian, tidak adanya ketersediaan air bersih dan sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik.
Baca Juga: Pemkab Bojonegoro Bakal Bangun 1.766 Unit Sanitasi, Total Pagu Anggaran Rp 36 Miliar
‘’Beberapa hal tersebut menjadi indikator kemiskinan menurut BPS, di samping indikator kemiskinan lainnya,’’ tuturnya.
Pak Tito sapaannya menyampaikan, dengan adanya pembangunan sanitasi berupa kamar mandi dan WC. Juga, pemasangan sambungan listrik gratis, perbaikan aladin, dan pembangunan sarana air bersih tersebut. Diharapkan akan terwujud rumah layak huni dengan kondisi lantai, atap, dan dinding yang layak. Memiliki sarana sanitasi untuk mandi dan buang air besar. Beserta akses air bersih yang layak. Serta, memiliki sarana penerangan dalam rumah yang memadai.
‘’Kondisi rumah yang etis dan sehat akan sangat berpengaruh secara makro bagi terciptanya lingkungan yang sehat dan jauh dari kategori kumuh,’’ pungkasnya. (ewi)
Editor : Yuan Edo Ramadhana