BOJONEGORO, Radar Bojonegoro -Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Sugihwaras menggelar job fair dan edu fair. Guna memberikan kesempatan siswa-siswi dan masyarakat sekitar pada di dunia kerja. Sekaligus, membuka wawasan tentang perguruan tinggi.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu dan Kamis (16-17 Oktober 2024). Rabu (16/10), pembukaan kegiatan berlangsung sukses. Dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Bojonegoro-Tuban Hidayat Rahman, Kasi SMK Cabdin Agung Prijono, Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Kepala SMA/SMK se-Bojonegoro, Forkopincam Sugihwaras, Dinas Tenaga Kerja, dan siswa-siswi SMA/SMK.
Kepala SMKN Sugihwaras Umi Kulsum mengatakan, kegiatan ini bersifat umum. Artinya, bagi siapapun boleh datang. Selain itu, mereka bisa berinteraksi langsung dengan dunia usaha dan dunia industri kerja (dudika). Baik perusahaan, perguruan tinggi, dan UMKM. ’’Semua boleh hadir, untuk berinteraksi maupun mencari kerja,” ujarnya.
Lebih lanjut, Umi menjelaskan, dengan berinteraksi, bisa membuka pikiran. Dan, merencanakan masa depan. ’’Dengan interaksi pikiran akan lebih terbuka. Siswa-siswi yang masih duduk di kelas sepuluh maupun sebelas bisa menentukan bakal ke mana nanti setelah lulus. Begitu pun yang kelas dua belas. Agar mereka lebih paham apa yang dibutuhkan di dunia kerja,” tuturnya.
Selain job fair, kegiatan dua hari ini juga mengundang perguruan tinggi. Diharapkan bagi yang ingin melanjutkan kuliah agar tahu jurusan apa yang akan diambil, dan kampus mana. ’’Kami undang kampus-kampus. Untuk mempromosikan di sini,” terang Umi.
Ada juga pelaku UMKM yang diundang. Kesempatan bagus bagi mereka yang mau berwirausaha. Mereka bisa bertanya seluk beluk UMKM beserta tantangannya. Di sekolah yang dipimpinnya ada pendidikan tentang kewirausahaan.
Hal ini bagus, agar mereka bisa belajar langsung. ’’Alhamdulillah sudah terbukti, siswa kami ada yang sudah berwirausaha sendiri,” tambahnya. Kegiatan ini juga menjadi pembelajaran para guru. Untuk mengetahui apa yang dibutuhkan di dunia kerja sekarang.
Sehingga, nanti pembelajarannya bisa menyesuaikan juga. ’’Bila bapak ibu guru sudah kompeten di dunia industri. Apa yang diberikan ke siswa akan berimbas pula. Jadi, semua akan klop,” ujarnya.
Sementara itu, Kacabdin Bojonegoro-Tuban Hidayat Rahman mengapresiasi kegiatan ini. Karena job fair adalah ciri khas dari SMK. Dan, menjadi jembatan siswa-siswi setelah lulus bisa langsung kerja. ’’Pendidikan SMK memang disiapkan untuk ke sana (dunia kerja),” terangnya.
Rahman melanjutkan, SMK punya jargon BMW. Artinya Bekerja, Melanjutkan kuliah, dan Wirausaha. Dari situ dengan dididik di sekolah. Anak-anak bakal punya bekal untuk menatap masa depan dan mengejar cita-cita.
Dia berharap peluang ini dimanfaatkan dengan baik oleh peserta didik. Karena sekolah telah bekerja sama dengan pihak luar. Sehingga, mau ikut di kegiatan ini. ’’Hal ini harus dimanfaatkan dengan baik. Baik dengan melihat brosur maupun bertanya secara langsung,” ujarnya.
Kacabdin berpesan, bagi yang ingin melanjutkan kuliah juga bisa bekerja freelance. Karena, selain menuntut ilmu juga untuk mengasah kemampuan. ’’Nantinya, agar Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bojonegoro semakin baik dan berkualitas,” tutupnya.
SMK Sugihwaras sebagai SMK Pusat Keunggulan (SMK PK). Punya program untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), baik guru maupun peserta didik. Terbaru, ada program magang ke Jepang. Bekerja sama dengan LPK Masayu Gakko. Ada 20 siswa terpilih dan sedang dididik bahasa dan budaya Jepang selama tiga bulan. (*/tih)
Editor : Yuan Edo Ramadhana