BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Fakultas Ekonomi Universitas Bojonegoro (Unigoro) terus mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah tersebut akan diwujudkan melalui pemberian berbagai program dukungan kepada UMKM.
Dukungan ini untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan kepada warga sekitar mengenai pengembangan UMKM sesuai dengan target pasarnya.
Dalam hal ini, mahasiswa Unigoro meluncurkan kegiatan pendampingan UMKM. Tujuannya untuk memperluas jaringan dan mengenalkan UMKM melalui digital marketing, edukasi akuntansi atau mendukung legalisasi pendampingan UMKM. Kegiatan ini dilakukan semata-mata untuk mengingatkan bahwa meskipun UMKM di Bojonegoro memang banyak, namun kurang diberitakan di media.
Dan mereka cenderung tidak mengikuti perkembangan zaman. Karena itu, kegiatan ini akan membantu para pelaku UMKM mencapai target pasar dan memperluas jaringannya.
Kegiatan ini dilakukan oleh tiga kelompok di tiga lokasi berbeda. Yaitu, Pa’e Debog dari Balenrejo, Maneko Raos dari Bangilan, dan Camil Mashallo dari Tikusan.
Kegiatan pendampingan ini dilakukan pada awal semester 5 sebagai latihan praktik pelaksanaan mata kuliah bisnis dan komunitas. Selain itu, dukungan tersebut merupakan wujud nyata keinginan mahasiswa untuk menjadi agen perubahan di masyarakat, salah satunya pengembangan UMKM di Bojonegoro.
Mengutip dari kegiatan pendampingan UMKM di salah satu kelompok. Mereka melakukan beberapa pendampingan. Salah satunya adalah pengenalan strategi pasar dengan menggunakan digital marketing. Pemanfaatan platform digital menjadi langkah yang tepat untuk memajukan UMKM di era saat ini.
Kehadiran media sosial sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM karena jangkauan pasarnya relatif luas dan kemudahan promosi melalui portal periklanan online. Selain itu, mereka juga memperkenalkan praktik akuntansi yang baik untuk mengelola keuangan UMKM secara efisien dan membantu pelaku UMKM mendaftarkan perusahaannya secara legal untuk meminimalkan masalah hukum dan membangun reputasi yang baik.
Bahkan, juga melakukan sosialisasi pembayaran melalui QRIS juga menjadi salah satu cara efektif memfasilitasi pembayaran bagi konsumen dan UMKM untuk menunjukkan bahwa mereka modern dan mengikuti perkembangan teknologi.
Siti Muhlisotin selaku pemilik usaha Maneko Raos Bangilan, Kecamatan Kapas, menuturkan dirinya sangat bersyukur dengan adanya kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh para mahasiswa Unigoro. ''Alhamdulillah berkat kegiatan pendampingan ini semoga ilmu-ilmu yang disampaikan dalam UMKM Maneka Raos ini dapat meningkatkan nilai penjualan dan tambah meningkatkan jaringan pasar yang ingin dicapai," tuturnya.
Salah satu perwakilan mahasiswa UNIGORO yang mengikuti sesi pendampingan ini, Izza Ahmad Utomo mengungkapkan, bahwa kegiatan seperti ini rutin mereka lakukan setiap tahunnya. Karena kurangnya sosialisasi bagaimana cara memajukan UMKM di era digital saat ini. ''Promosi kepada pelaku UMKM akan terus dilakukan setiap tahunnya, karena pelaku UMKM masih minim pengetahuannya mengenai promosi melalui platform online dan pemanfaatan digital marketing," katanya.
Sementara itu, Dosen Pembina, Joko Hadi Susilo mengatakan, dirinya mengapresiasi kinerja mahasiswa mulai dari awal kegiatan pendampingan UMKM hingga selesainya laporan. ''Dalam kegiatan ini saya sangat berterima kasih atas kinerja rekan-rekan mahasiswa Fakultas Ekonomi yang telah bersedia mendampingi para pelaku UMKM hingga akhir, terbukti dari laporan yang dibuat selama bimbingan mereka," ucapnya. (*/hul)
Editor : Yuan Edo Ramadhana