Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ikhtiar PEPC Mulai Merawat Alam dan Mencegah Pemanasan Global dari Sekolah

M. Yusuf Purwanto • Minggu, 1 Januari 2023 | 20:29 WIB
KERJA SAMA: Direktur Ademos Indonesia Mohammad Kudhori (kanan) bersama Bupati Arief Rohman menyambut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat memasuki stan pelaku UMKM di area Pendapa Kabupaten Blora. (Istimewa For RDR.BLORA)
KERJA SAMA: Direktur Ademos Indonesia Mohammad Kudhori (kanan) bersama Bupati Arief Rohman menyambut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat memasuki stan pelaku UMKM di area Pendapa Kabupaten Blora. (Istimewa For RDR.BLORA)
BOJONEGORO - Emisi karbon menjadi salah satu penyumbang terjadinya perubahan iklim dan pemanasan. PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) membangkitkan partisipasi masyarakat untuk mengurangi emisi karbon dan merawat alam me lalui program CSR berbasis sekolah.

Langkah PEPC menggandeng organisasi non pemerintah Asosiasi untuk Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Ademos) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Program ini melibatkan tiga sekolah, yakni SMP Negeri 2 Purwosari, SMP Negeri 1 Ngasem, dan SMP Negeri 1 Ngambon.

Putut Prabowo, Manajer Program Pengurangan Jejak Emisi Karbon Berbasis Sekolah, menyampaikan bahwa beberapa tahun terakhir PEPC dan Ademos intensif program berbasis lingkungan. “Di tengah isu global mengenai perubahan iklim, kami rasa penting berkontribusi tingkat lokal. Kami mengampanyekan perubahan iklim ini lebih optimal jika disandarkan kalangan muda punya latar belakang pendidikan,” katanya Kamis (29/12/2022).

Sekolah menjadi kunci kegiatan ini. Ada dua skema program ini. “Skema pertama, mengampanyekan dan mengedukasi kaum muda memberi perhatian kepada hal-hal menimbulkan jejak emisi dan upaya pengurangannya, seperti berhemat listrik dan beralih transportasi ramah lingkungan,” kata Putut.

Skema kedua, mengedukasi kaum muda berkontribusi aktif penyerapan emisi. Skema ini dimunculkan dengan penghijauan. “Kaum muda diajak belajar budidaya tanaman, mulai pembibitan sampai terlibat penghijauan,” kata Putut.

Dua skema ini menjadi fondasi bagi pengetahuan dasar menghitung emisi dikeluarkan. “Harapannya dengan mengerti cara berhitung emisi karbon, mereka terlatih melihat lingkungannya,” kata Putut.\

Saat ini, PEPC dan Ademos melakukan pendidikan emisi dan budidaya tanaman di sekolah. Peran PEPC cukup sentral. “PEPC menjadi inisiator dan supporting program mitra strategis. Tanpa dukungan PEPC, program ini sulit dijalankan secepat ini,” kata Putut.

Para siswa diajak penanaman lebih 3.000 batang pohon dilakukan PEPC dan Ademos di Desa Dolokgede Kecamatan Tambakrejo, Desa Pelem Kecamatan Purwosari, dan Desa Bandung rejo Kecamatan Ngasem.

Nantinya para siswa bisa membudidayakan sendiri pembibitan pohon di lingkungan sekolah. “Bibit dihasilkan sekolah bisa ditanam di lingkungan keluarga dan tempat tinggal para pelajar. Agar setiap sekolah punya pengalaman me ngelola pembibitan, kami menyiapkan program kebun bibit percontohan di Dolokgede,” kata Putut.

Para siswa juga diajak melakukan kaji lapangan mengenai pembenihan di Surakarta. “Kami mempelajari desain bangunan kebun bibit dan mengajak siswa belajar melakukan pembibitan di BPDAS (Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai) Solo. Ini awalan. Harapan kami ketika kebun bibit yang kami siapkan sudah jadi, pembelajaran bisa dilakukan di lokal kita, tidak di Solo,” kata Putut.

Rencananya, penanaman pohon di sekolah mulai Maret 2023. “Tergantung bagaimana pembacaan programnya,” kata Putut.

Wakil Kepala SMP Negeri 2 Purwosari Agus Wahyudi antusias menyambut program itu. “Anakanak SMP sekarang banyak berkendara motor. Kami harus memberikan pemahaman, bagaimana nasib lingkungan kita kalau semakin banyak kendaraan bermotor,” katanya.

Wahyudi menyebut kegiatan itu sesuai pembelajaran Kurikulum Merdeka. SMPN 2 Purwo sari menunjuk 48 orang siswa pelopor dalam kegiatan ini. Mereka mendapat pembelajaran emisi karbon dari PEPC dan Ademos.

Masing-masing siswa pionir ini membentuk kelompok-kelompok lima orang, setelah mengikuti pelatihan dan pembelajaran. Setiap siswa nantinya bisa menanam minimal satu pohon.

Sementara itu, Manager JTB Site Office & PGA, Edy Purnomo, mengatakan, program ini dilatarbelakangi komitmen PEPC menjaga dan melestarikan lingkungan. “Kami juga menyadari betapa pentingnya keberlangsungan ekosistem lingkungan yang bebas dari dampak emisi karbon,” katanya.

Program ini, lanjut Edy, berkorelasi kuat dengan program Adi wiyata di lingkungan sekolah. “Kami ingin berkontribusi pengurangan jejak emisi karbon di sekitar wilayah operasi proyek JTB dan menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar wilayah operasi. Tak lupa kami juga menjalin hubungan dengan pemerintah daerah agar program pengurangan jejak emisi karbon berbasis sekolah dapat berjalan dengan baik,” katanya. (*) Editor : M. Yusuf Purwanto
#advertorial #pemanasan #iklan #SMP #lingkungan #Ngasem #tanam pohon #Ademos #ngambon #purwosari