BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Rintik gerimis malam hari seakan membuat sebagian orang menempuh perjalanan ingin mampir ke tempat makan. Cuaca dingin membuat kian berselera.
Salah satunya menyantap sate dan gulai kambing Pak Yudi, lokasinya di Jalan Mastrip Nomor 30 Kelurahan Ledok Wetan, Kecamatan Bojonegoro Kota.
Warung ini telah berdiri sejak 1965. Bahkan, berjalan hingga tiga periode. Dari Mbah Karjan pendiri pertama, Yudiono atau pak Yudi anaknya, dan diteruskan Rudi Irawan cucunya.
’’Dulu warung didirikan mbah pada 1965. Sekarang generasi ketiga saya,” tutur pria akrab disapa Rudi itu.
Rudi menceritakan, awal berjualan di depan Gedung Bioskop OKE Bojonegoro, saat ini area pendapa timur Alun-Alun Bojonegoro. Bersamaan dengan pedagang kaki lima lainnya. Kemudian, berpindah di kediaman pribadi pada 1990. ’’Kami ada resep khas juga,’’ terangnya.
Rudi menyampaikan, selama ini memertahankan racikan khas Timur Tengah. Resep itu diberi dari salah satu konglomerat Arab dengan menggunakan rempah-rempah khasnya. Terutama di gulai kambingnya.
Tidak hanya itu, sate kambing besutan keluarga tiga generasi tersebut hanya menggunakan sambal ulekan secara langsung. ’’Untuk sambal sate kambing langsung disajikan ulekan mendadak ketika pembeli memesan,’’ tuturnya.
Dalam setiap hari, daging ayam sekitar 1,5 kilogram. Sedangkan, daging kambing 2 kilogram. Harganya dibanderol Rp 15 ribu hingga Rp 45 ribu per porsi tanpa nasi.
Pengunjungnya pun tidak hanya dari dalam daerah. Bahkan, luar wilayah seperti Surabaya, Semarang, Solo, hingga Jogjakarta. ’’Target kami menjadi wisata kuliner. Banyak pengunjung dari luar daerah. Ketika saya tanya mereka tahu dari rekomendasi mesin pencarian seperti google atau maps,’’ pungkasnya. (yna/msu)
Editor : Hakam Alghivari