
Dermawan menggambarkan sosok Kepala Desa (Kades) Ngrancang, Kecamatan Tambakrejo. Pria bernama Sudadi ini memiliki niat sedekah sejak dikenalkan orang tua dan gurunya ketika masih usia belia.
’’Namun, sayangnya dulu bisanya masih sebatas niat. Karena kan anak kecil belum punya penghasilan sendiri,” tutur pria 49 tahun itu. Dadi, sapaan akrabnya melanjutkan, setelah mengenal konsep sedekah, memutuskan berbagi saat memiliki penghasilan sendiri.
Hal itu ia buktikan ketika mulai menerima gaji saat mengabdi sebagai tentara sebelum menjabat kades. Selalu menyempatkan dan menyisihkan sebagian harta bagi yang membutuhkan.
Dari janda miskin hingga anak yatim. Karena, menurut dia, apa yang diberikan kepada orang lain dengan niat berbagai akan diganti lebih banyak lagi. ’’Sedekah ketika kita mampu. Misal ada rezeki ya berbagi. Dari hal kecil seperti saat ngopi,” ajak pria menjabat kades dua periode tersebut.
Dia melanjutkan, ilmu sedekah juga diajarkan untuk anak-anaknya. Selain itu, melatih agar mandiri dan tidak bergantung atau mengandalkan orang lain. ’’Karena di mana pun berada harus bisa membawa diri,” tegas bapak empat anak itu. (yna/bgs)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





