Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

H Banjir Sidomulyo, M.Pd. Sering Keliling ke Musala Isi Kultum

Hakam Alghivari
Penulis: Hakam Alghivari❯
H Banjir Sidomulyo, M.Pd.
H Banjir Sidomulyo, M.Pd.

LAMONGAN, Radar Lamongan - Ramadan ini, Banjir Sidomulyo sering mengisi kultum di musala dan masjid.


Advertisement

‘’Dalam rangka pencerahan kepada masyarakat terkait ajaran islam dan ibadah. Termasuk saya terlibat di situ, keliling ke musala, dijadwal takmir,’’ kata Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Lamongan ini.

Menurut dia, sebelum memberi kultum, perlu mengetahui kondisi Jemaah setempat. Sebab, ada jemaah yang pengalaman agama luas, sedang, bahkan ada yang tidak tahu. Jemaah juga tak hanya mendengarkan. Dia mengajak interaktif.

‘’Yang memberikan ceramah harus tahu kondisi jemaah yang ada,  materi menengah bisa diketahui orang,’’ ucap bapak tiga anak ini.

Advertisement

Selain keliling musala, Banjir juga mengisi kajian islam remaja masjid setiap Jumat. Tujuannya, memberi edukasi remaja biar mereka tidak liar.

‘’Yang saat ini hanya mengandalkan media sosial yang mereka pegang,’’ imbuh laki-laki 56 tahun ini.

Banjir juga aktif menjadi pembina di pondoknya. Dia mengisi pengajian setelah ashar. Santri pondok baru diizinkan pulang ketika H-2 hari raya. ‘’Biar bersama keluarga,’’ katanya. (sip/yan)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

8 Kedai Ramen Kaki Lima dan Fusion Paling Hits di Surabaya

8 Kedai Ramen Kaki Lima dan Fusion Paling Hits di Surabaya

Mau makan ramen rasa autentik tanpa bikin kantong jebol? Coba sensasi makan di kedai Yatai kaki lima dan cicipi ramen unik rasa Carbonara di Surabaya. Ada opsi halal dan non-halal. Cek lokasinya di sini!

Moh. Burhanudin: Kampanyekan Seni dan Budaya Lokal

Moh. Burhanudin: Kampanyekan Seni dan Budaya Lokal

BERLATAR belakang sebagai guru seni budaya sekaligus seniman, Moh. Burhanudin akrab dengan kearifan lokal dan budaya sekitar. Dari seni dan budaya, ia mengaku, jadi lebih memahami nilai-nilai kehidupan dari sudut pandang yang berbeda

Nanin Meipuspa Ranie: Menjaga Ilmu Bahasa Jepang

Nanin Meipuspa Ranie: Menjaga Ilmu Bahasa Jepang

KESIBUKAN sebagai kepala sekolah tidak membuat Nanin Meipuspa Ranie meninggalkan dunia yang pernah digelutinya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer