Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Umi Kulsum Awalnya Obsesi Jadi Guru PAI

KM

Umi Kulsum, Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Kecamatan Ngambon (ISTIMEWA FOR RDR.BJN)
Umi Kulsum, Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Kecamatan Ngambon (ISTIMEWA FOR RDR.BJN)
 


Advertisement

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Aktif di organisasi keagamaan tidak membuat Umi Kulsum mengesampingkan sebagai pengajar di TK Permata Bunda Bondol, Kecamatan Ngambon. Meski bercita-cita menjadi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sejak kecil, namun ia tidak pernah menyesali pekerjaannya sebagai guru TK.

Pagi sampai siang mengajar di TK. Sore mengajar di Madrasah Diniyah Al Karim Bondol, tutur Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak (IGTK) Kecamatan Ngambon tersebut.

Umi memanfaatkan waktu liburnya kegiatan di organisasi keagamaan. Terlebih bisa mengajar orang-orang di sekitarnya mendekatkan diri kepada Tuhan. Alhamdulillah suami mendukung kegiatan-kegiatan saya, tutur Ketua Muslimat NU PAC Ngambon itu.

Advertisement

Ketua Koordinator Jemaah Tahlil Kecamatan Ngambon tersebut menambahkan, pada 1997 bersama suami mendirikan Madrasah Diniyah Al-Karim Bondol. Bersyukur saat ini muridnya semakin banyak. (ewi/rij)

 

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sajikan Tahu Tek Khas Lamongan

Sajikan Tahu Tek Khas Lamongan

Suasana malam Jalan Pemuda, Kecamatan Kota tak hanya diwarnai bising kendaraan. Jalan yang kian menyempit di malam hari itu juga penuh dengan kuliner malam. 

2.794 Anak di Bojonegoro Masih Berstatus ATS

2.794 Anak di Bojonegoro Masih Berstatus ATS

Penurunan jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Bojonegoro dari 5.610 menjadi 2.794 anak patut diapresiasi. Namun, capaian tersebut tidak boleh berhenti pada penurunan angka administratif.

Harga Beras di Bojonegoro Masih Mahal, Tembus Rp 16.000 Per Kilogram

Harga Beras di Bojonegoro Masih Mahal, Tembus Rp 16.000 Per Kilogram

Predikat Bojonegoro sebagai daerah penghasil padi terbesar nomor satu di Jawa Timur belum sepenuhnya menjamin harga beras di pasaran tetap terjangkau. Harga beras di tingkat toko justru mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 16 ribu per kilo

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer