Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berangkat Ngantor Pakai Motor Trail

M
Penulis: M. Yusuf Purwanto❯
Eko Suyitno
Eko Suyitno

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Medan berkelok membuat Eko Suyitno memilih mengendarai motor trail setiap hari untuk bekerja. Awalnya berkendara roda empat, tapi kesulitan karena medan dari tempat tinggalnya di Nganjuk menuju Bojonegoro dan Tuban naik-turun dan berkelok.


Advertisement

Terlebih, saat ada truk muatan dari Nganjuk ke Bojonegoro. Kalau sudah berjejer dua atau tiga, sudah tidak bisa menyalip. Jadi, spaneng, ujarnya.

Kepala SMAN 1 Dander tersebut akhirnya mengendarai trail dari Nganjuk menuju Bojonegoro. Eko merasa lebih nyaman berkendara trail bekerja setiap hari dan tiba di sekolah pukul 06.00. Lebih awal daripada guru dan siswa. Sebelum Subuh sudah siap-siap, setelah salat langsung berangkat, lanjutnya. (ewi/rij)

Advertisement
Editor : M. Yusuf Purwanto
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sajikan Tahu Tek Khas Lamongan

Sajikan Tahu Tek Khas Lamongan

Suasana malam Jalan Pemuda, Kecamatan Kota tak hanya diwarnai bising kendaraan. Jalan yang kian menyempit di malam hari itu juga penuh dengan kuliner malam. 

2.794 Anak di Bojonegoro Masih Berstatus ATS

2.794 Anak di Bojonegoro Masih Berstatus ATS

Penurunan jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Bojonegoro dari 5.610 menjadi 2.794 anak patut diapresiasi. Namun, capaian tersebut tidak boleh berhenti pada penurunan angka administratif.

Harga Beras di Bojonegoro Masih Mahal, Tembus Rp 16.000 Per Kilogram

Harga Beras di Bojonegoro Masih Mahal, Tembus Rp 16.000 Per Kilogram

Predikat Bojonegoro sebagai daerah penghasil padi terbesar nomor satu di Jawa Timur belum sepenuhnya menjamin harga beras di pasaran tetap terjangkau. Harga beras di tingkat toko justru mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 16 ribu per kilo

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer