Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dulu Pencak Silat, Kini Bulu Tangkis

M
Penulis: M. Yusuf Purwanto❯
IST/RDR.BJN
IST/RDR.BJN
ABDUL Karim teringat pernah mendapat juara satu kejuaraan pencak silat, persisnya pada 1987 dan 1989. Bahkan, menjadi finalis kejuaraan antarperguruan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Saat itu, Karim yang masih muda berusaha mengejar prestasi. Saat ini, Karim memilih menekuni bulu tangkis. ‘’Kalau sekarang bukan untuk prestasi, melainkan rekreasi,” tutur Kepala Desa Tinawun, Kecamatan Malo, tersebut.

Selama menyeriusi pencak silat, Karim ingin pemuda desa menyalurkan bakat dan hobi seperti ia mengejar prestasi. ‘’Agar muncul prestasi luar biasa dari pemuda desa,” ujar Kades berusia 51 tahun yang rutin bulu tangkis tersebut. (yna/rij)

Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Moh. Burhanudin: Kampanyekan Seni dan Budaya Lokal

Moh. Burhanudin: Kampanyekan Seni dan Budaya Lokal

BERLATAR belakang sebagai guru seni budaya sekaligus seniman, Moh. Burhanudin akrab dengan kearifan lokal dan budaya sekitar. Dari seni dan budaya, ia mengaku, jadi lebih memahami nilai-nilai kehidupan dari sudut pandang yang berbeda

Nanin Meipuspa Ranie: Menjaga Ilmu Bahasa Jepang

Nanin Meipuspa Ranie: Menjaga Ilmu Bahasa Jepang

KESIBUKAN sebagai kepala sekolah tidak membuat Nanin Meipuspa Ranie meninggalkan dunia yang pernah digelutinya.

Abdul Jalil: Cinta Sastra

Abdul Jalil: Cinta Sastra

Dunia sastra dan teater menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup Abdul Jalil. Pria bergelar Magister itu mengemban amanah sebagai Kepala UPT SMAN 1 Sugihwaras Bojonegoro

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer