Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tidak hanya dirinya, tapi petani sekitar lainnya juga melakukan hal sama. ‘’Kami berburu babi hutan memakan jagung petani. Kalau warga Kalangan menamainya dengan istilah gropyok yakni berburu dengan sabit atau alat seadanya,’’ ujarnya.
Selain bertani, Kasmani juga suka bertenak. Namun, beberapa waktu lalu, ia terpaksa menjual semua sapi ternaknya karena adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) dan lumpy skin disease (LSD). ‘’Ada 20 sapi, 10 sapi di kandang sendiri dan 10 lainnya dititipkan ke tetangga. Tapi, sudah saya jual semua,’’ tutur kades hobi voly tersebut. (ewi/rij)
Advertisement
Advertisement
Radar BojonegoroIkuti
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement




