Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bawaslu Blora Klaim Tidak Temukan Politik Uang

Hakam Alghivari
Penulis: Hakam Alghivari❯

 

KETUA BAWASLU BLORA (IST/RADAR.BLORA)
KETUA BAWASLU BLORA (IST/RADAR.BLORA)


Advertisement

BLORA, Radar Bojonegoro – Politik uang sudah menjadi rahasia umum saat menjelang Pemilihan Umum (Pemilu). Sayangnya, cara kotor seperti itu selalu luput dari pengawasan penyelenggara pemilu. Khususnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Blora.

Ketua Bawaslu Blora Andyka Fuad Ibrahim mengaku, telah melakukan pengawasan pelaksanaan pemilu sesuai dengan kewenangan. Hanya, tak terima laporan. ’’Kami juga sudah melakukan prosedur. Baik di tahapan-tahapan kampanye, masa tenang, pemungutan, dan penghitungan suara. Dan, saat ini berjalan proses rekapitulasi di tingkat kecamatan,” terang Andyka.

Selama melakukan proses pengawasan tersebut, pihaknya mengaku tidak menemukan ataupun menerima laporan terkait adanya politik uang. ’’Sepanjang tahapan pengawasan kemarin belum ada laporan atau temuan berkaitan dengan politik uang,” jelasnya saat ditemui Jawa Pos Radar Bojonegoro di kantornya.

Advertisement

Sementara itu, salah satu pedagang warung kopi yang berada di Blok T, akui mendapatkan serangan fajar atau amplop dari calon legislatif (caleg) melalui tim sukses (timses). Pihak timses yang memberikan saat itu menyasar warung makan dan warung kopi di tepi jalan.

Pemilik warung (AF) yang enggan disebut namanya itu sudah dua kali didatangi timses caleg provinsi dari lintas partai. ’’Awalnya, mereka mengajak mengobrol biasa sambil ngopi. Setelah itu, obrolannya mengarah ke identitas kependudukan dan tanya asli Blora atau bukan. Ya, tak jawab asli Blora,” jelasnya.

Kemudian pemilik warung itu mendapat amplop berisi uang Rp 20.000 disertai gambar caleg. Waktu membayar makan, timses juga memberikan uang lebih dan tidak mengambil kembalian.

Advertisement

’’Misal makannya habis Rp 25.000, dia bayarnya Rp 50.000. Tidak mau dikembalikan dengan titipan 'jangan lupa nyoblos gambar yang di amplop ya, Bu'. Terus ada lagi beda caleg tapi modusnya juga sama,’’ ujarnya. (hul/bgs)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sering Pakai QRIS? Ini 5 Tips Mengelola Pengeluaran agar Tetap Terkendali

Sering Pakai QRIS? Ini 5 Tips Mengelola Pengeluaran agar Tetap Terkendali

Namun, di balik kepraktisannya, penggunaan QRIS juga bisa membuat seseorang kurang menyadari jumlah uang yang telah dikeluarkan.

KDMP Blungun Kelabakan Barang Habis karena Tak Kunjung Disuplai

KDMP Blungun Kelabakan Barang Habis karena Tak Kunjung Disuplai

Ketua KDMP Desa Blungun, Mashur, mengaku tidak dilibatkan dalam proses pengadaan barang. Ia berharap ke depan distribusi barang dapat dilakukan lebih baik agar operasional koperasi tidak terganggu.

Cerpen Radar Bojonegoro: Bukan Kursi Kami oleh Suharsono

Cerpen Radar Bojonegoro: Bukan Kursi Kami oleh Suharsono

Apakah masa depan gemilang itu benar-benar hanya berada di balik gerbang megah dengan menuntut angka-angka nominal rupiah yang tinggi?

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer