Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sering Pakai QRIS? Ini 5 Tips Mengelola Pengeluaran agar Tetap Terkendali

Andhika Feriawan
Penulis: Andhika Feriawan❯
Di balik kepraktisannya, penggunaan QRIS juga bisa membuat seseorang kurang menyadari jumlah uang yang telah dikeluarkan. (JAWAPOS.COM)
Di balik kepraktisannya, penggunaan QRIS juga bisa membuat seseorang kurang menyadari jumlah uang yang telah dikeluarkan. (JAWAPOS.COM)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kini semakin akrab dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari membeli kopi, makan di warung, berbelanja di minimarket, hingga membayar berbagai kebutuhan lainnya, semuanya bisa dilakukan hanya dengan memindai kode QR melalui ponsel.

Kemudahan tersebut membuat transaksi menjadi lebih praktis karena masyarakat tidak perlu repot membawa uang tunai atau menunggu uang kembalian. Namun, di balik kepraktisannya, penggunaan QRIS juga bisa membuat seseorang kurang menyadari jumlah uang yang telah dikeluarkan.

Berbeda dengan pembayaran tunai yang membuat seseorang bisa melihat langsung uang berkurang dari dompet, transaksi digital terkadang terasa lebih ringan. Akibatnya, pengeluaran kecil yang dilakukan berulang kali bisa menumpuk dan membuat anggaran bulanan membengkak.

Advertisement

Bukan berarti masyarakat harus menghindari pembayaran digital. Kuncinya adalah tetap bijak dalam mengatur keuangan. Berikut lima tips yang bisa diterapkan agar kebiasaan menggunakan QRIS tidak membuat pengeluaran menjadi tidak terkendali.

1. Bedakan kebutuhan dan keinginan

Sebelum melakukan pembayaran, biasakan bertanya kepada diri sendiri apakah barang yang akan dibeli benar-benar dibutuhkan atau sekadar keinginan sesaat.

Advertisement

Misalnya, membeli kopi atau camilan setiap kali melewati kedai favorit mungkin terlihat sepele. Namun, jika dilakukan hampir setiap hari, pengeluaran tersebut bisa menghabiskan anggaran yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan lain.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menekankan pentingnya memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan sebagai langkah dasar dalam mengelola keuangan.

2. Tentukan batas pengeluaran harian

Agar tidak kebablasan, buat batas maksimal pengeluaran setiap hari. Anggaran tersebut bisa dibagi berdasarkan kebutuhan, seperti makan, transportasi, belanja, dan hiburan.

Sebagai contoh, jika anggaran jajan dan makan di luar sebesar Rp50 ribu per hari, usahakan tidak melewati batas tersebut meskipun saldo dompet digital masih tersedia.

Cara ini membantu seseorang lebih disiplin dan mengetahui kapan harus berhenti berbelanja.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

KDMP Blungun Kelabakan Barang Habis karena Tak Kunjung Disuplai

KDMP Blungun Kelabakan Barang Habis karena Tak Kunjung Disuplai

Ketua KDMP Desa Blungun, Mashur, mengaku tidak dilibatkan dalam proses pengadaan barang. Ia berharap ke depan distribusi barang dapat dilakukan lebih baik agar operasional koperasi tidak terganggu.

Cerpen Radar Bojonegoro: Bukan Kursi Kami oleh Suharsono

Cerpen Radar Bojonegoro: Bukan Kursi Kami oleh Suharsono

Apakah masa depan gemilang itu benar-benar hanya berada di balik gerbang megah dengan menuntut angka-angka nominal rupiah yang tinggi?

Cerpen Radar Bojonegoro: Ka'bah di Kepala Lek Kanif oleh Em. Syuhada'

Cerpen Radar Bojonegoro: Ka'bah di Kepala Lek Kanif oleh Em. Syuhada'

“Ini kembalianmu yang kemarin malam. Timbanganku terlalu banyak miring. Gusti Allah tidak suka kalau aku jadi maling,” begitu kata Lek Kanif pada Kang Pur.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer