RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Berada di lereng Gunung Pandan, Desa Krondonan, Kecamatan Gondang menyimpan sejuta kekayaan. Tanahnya subur, membuat tanaman tumbuh makmur.
Dari cengkeh, rambutan, hingga durian. Meski terdapat satu wisata cukup memprihatinkan, yakni Banyu Bening.
Tapi, ini tak membuat warga sekitar patah arang. Muncul inovasi kembali untuk mengangkat dan menunjukkan keunggulan, tepatnya budidaya durian. Rencananya bakal dibuat sentra untuk buah bernama latin durio zibethinus itu.
‘’Ada Dusun Jomblangjati, Desa Krondonan sedang kami upayakan menjadi sentra industri durian lokal,’’ kata Camat Gondang Rachmad Sholeh Farokhi, Rabu (25/2).
Menurut dia, pohon durian itu sempat berbuah dengan jenis Musang King. Rasanya tak kalah dengan yang dijual di toko-toko besar, manis legit. ‘’Kemarin sempat berbuah jenis musang king,’’ imbuhnya.
Kepala Dusun Jomblangjati, Desa Krondonan Kusnianto membenarkan, di dusunnya ada pohon durian. Bahkan, sudah berbuah jenis musang king, meski tidak banyak. Awalnya, warga yang punya pohon membeli di penjual keliling.
Kini mendapat perhatian hingga menerima 120 bibit pohon dari program pemerintah kabupaten (pemkab). Dari jenis bawor, durian, hitam, dan montong.
‘’Januari kemarin warga kami diberi 120 bibit pohon sama bapak bupati dan camat sebelumnya, Wiyanto. Ditanam di pekarangan warga sendiri-sendiri,’’ jelasnya.
Sementara itu, untuk perawatan didampingi Alas Institut dan Lingkar Pandan. Dia berharap, ini bisa menjadi langkah awal kemajuan lingkungan sekitar dan ikon Bojonegoro.
Menurutnya, sudah ada pembahasan lebih lanjut antara pihak desa. Sudah mengirim proposal untuk bantuan jenis pohon durian. ‘’Karena Bojonegoro belum punya kebun durian,’’ ucapnya tersenyum. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana