RADARBOJONEGORO, JAWAPOS.COM - Warga Desa Banjarjo, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro terpaksa membuat tanggul darurat dengan ban bekas di Sungai Bengawan Solo.
Sebab, longsor mengancam permukiman dan fasilitas umum warga di RT 11.
"Ada permukiman dan tiang listrik yang dekat di Bengawan Solo, ada juga musala, " kata warga Desa Banjarejo, Kecamatan Padangan Muchamad Abdul
Menurut dia, warga gotong-royong membuat tanggul darurat sejak Minggu (1/6), untuk mencegah longsor susulan. Terpaksa dilakukan menggunakan ban bekas sumbangan warga, karena situasi darurat. "Warga RT 11 Desa Banjarjo, Kecamatan Padangan buat tanggul sendiri walaupun dari ban bekas," imbuhnya.
Namun, tanggul darurat ini hanya sebagai solusi sementara, sambil menunggu pemerintah dan instansi terkait mengambil tindakan, untuk memperbaiki dan memperkuat tanggul Sungai Bengawan Solo.
Selain terjadi longsor di Padangan, juga terjadi di Desa Sekaran, Kecamatan Balen. Makam salah satu sespauh desa setempat yang berada di tepi Bengawan Solo Longsor.
Meski bangunannya telah roboh tergerus aliran Sungai Bengawan Solo. Namun, makam Mbah Citro Yudo itu masih aman. Cungkup (atap) sudah roboh, tapi makamnya aman, kata warga setempat Burhan. (dan/msu)
Editor : Muhammad Suaeb