Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Imbas Kurs Rupiah Melemah, Harga Pelumas Mesin Naik 21 Persen

Y

 


Advertisement

HARGA BERUBAH: Harga pelumas mesin dan onderdil motor naik, menambah pengeluaran pengendara. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO) 
HARGA BERUBAH: Harga pelumas mesin dan onderdil motor naik, menambah pengeluaran pengendara. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO) 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Lemahnya rupiah beberapa waktu terakhir membuat berbagai sektor kelimpungan. Tak terkecuali bengkel ban dan oli. Rerata pengendara mengeluh. "Mau tidak mau karena kebutuhan harus tetap beli akhirnya," keluh Alia Nikma pengendara asal Kecamatan Dander.

Menurut dia, mengganti oli sekitar dua minggu lalu. Kini naik sekitar Rp 5.000 dari sebelumnya berkisar Rp 50 ribu. Kenaikan berbagai kebutuhan ini sangat membebani. 

 "Penghasilannya tetap, tapi harga beberapa kebutuhan naik. Itu baru olinya, belum servisnya," ujar dia.

Dodik salah satu pegawai bengkel di Kecamatan Kapas membenarkan kenaikan harga tersebut. Menurutnya, segala jenis oli naik. Tahun ini lebih tinggi dibanding sebelumnya. Kenaikan sekitar 21,4 persen.

"Oli SPX 0,8, Januari lalu Rp 73.500 sekarang di Juni sudah Rp 93.500. Kenaikan Rp 16-20 ribu. Dan hampir semua jenis oli naik," katanya.

Tahun ini, lanjut dia, kenaikan harga oli sudah dua kali. Padahal, biasanya hanya naik Rp 1.500-2.000 per tahun. Hal ini dipengaruhi lemahnya rupiah ke dolar.

"Keluhan dari pengendara jelas ada, tapi mereka tetap mementingkan kualitas dan keaslian produk," tutur pria bekerja di salah satu bengkel Honda itu.

Di sisi lain, ban motor roda dua maupun empat juga mengalami kenaikan. Salah seorang montir di Jalan Veteran, Kecamatan Kota mengatakan, kenaikan harga ban terjadi sejak pascalebaran. Tergantung tipe motor dan mobil.

Menurut dia, kenaikan harga sekitar Rp 20-30 ribu per item. "Dipengaruhi efek perang, dolar naik dan rupiah anjlok. Salah satunya kenaikan ini ban Avanza yang standar dari Rp 550 ribu jadi Rp 580 ribu. Tergantung merek ban juga. Keluhan mesti ada," katanya. (yna/msu)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

5 Kesalahan Merawat Motor Matik yang Bisa Membuat Biaya Servis Membengkak

5 Kesalahan Merawat Motor Matik yang Bisa Membuat Biaya Servis Membengkak

Namun, kemudahan penggunaan bukan berarti motor matik bisa dirawat sembarangan. Ada sejumlah kesalahan dalam perawatan yang justru dapat membuat komponen cepat rusak dan biaya servis membengkak.

Mengenal Part Motor Matic yang Paling Penting dan Sering Diservis

Mengenal Part Motor Matic yang Paling Penting dan Sering Diservis

Sejumlah komponen pada motor matic diketahui menjadi bagian yang paling sering diperiksa dan diservis karena bekerja terus-menerus saat kendaraan digunakan.

Realisasi PBB Tembus Rp 23 Miliar, Naik Rp 2 Miliar dari Tahun Lalu

Realisasi PBB Tembus Rp 23 Miliar, Naik Rp 2 Miliar dari Tahun Lalu

Target penerimaan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) tahun ini tinggal selangkah lagi. Hingga 30 September 2026, realisasi PBB-P2 sudah mencapai sekitar 92 persen dari target Rp 25 miliar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer