Minimarket Menjamur di Bojonegoro, UMKM Hadapi Persaingan Tak Langsung

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Menjamurnya minimarket modern di Bojonegoro menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Meski tidak selalu bersaing secara langsung, keberadaan minimarket berpotensi memengaruhi daya beli konsumen dan alokasi belanja masyarakat untuk produk UMKM lokal.
Berdasarkan data Satu Data Bojonegoro, jumlah UMKM yang terdata di Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (DisdagkopUM) Bojonegoro pada 2025 tercatat 7.549 unit. Angka tersebut turun drastis dibandingkan 2024 yang mencapai 91.728 UMKM.
Ketua Creative Economy Center (CEC) Bojonegoro Adib Nurdiyanto mengatakan, keberadaan minimarket modern tidak serta-merta mengancam UMKM secara langsung. Sebab, keduanya memiliki segmentasi konsumen dan karakteristik produk yang berbeda.
Namun, persaingan tetap bisa terjadi secara tidak langsung, terutama dalam perebutan alokasi belanja konsumen.
Menurut Adib, masyarakat kini semakin memahami pilihan produk yang akan dibeli sesuai kebutuhan. Produk yang dijual minimarket dan UMKM lokal pun kerap memiliki karakteristik serta sasaran pasar berbeda. Meski demikian, konsumen memiliki keterbatasan anggaran belanja. Ketika sebagian uang dibelanjakan di minimarket, dana yang tersisa untuk membeli produk UMKM bisa berkurang.
"Contohnya konsumen membeli produk UMKM sebesar Rp 20 ribu. Namun, ketika di minimarket, bisa membeli produk dengan nominal lebih banyak karena pilihan lebih banyak. Sehingga, ketika sudah membeli produk di minimarket dengan nominal uang lebih banyak, tak bisa membeli produk di UMKM," ujarnya.
Adib menilai, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pelaku UMKM. Mereka harus memahami karakteristik dan segmentasi konsumen agar produk yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Pemahaman terhadap target konsumen menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan penjualan. Tanpa strategi pemasaran yang tepat, produk UMKM akan sulit bersaing dalam merebut perhatian konsumen.
"Ketika produknya tak laku, UMKM akan cenderung menyalahkan minimarket modern. Terlebih, segmentasi konsumen UMKM dan minimarket berbeda," jelasnya.
Karena itu, pelaku UMKM perlu mengevaluasi strategi pemasaran, mulai dari penentuan target konsumen, pemilihan produk, hingga cara menjangkau pembeli. Dengan memahami kebutuhan pasar, UMKM diharapkan mampu mempertahankan pelanggan sekaligus memperluas jangkauan penjualan. (irv/zim)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




