Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Waduh, Pertamina Lakukan Kompilasi Iklan Tanpa Izin. Ini Kata Kreatorn

Ebiet A. Mubarok • Sabtu, 17 Februari 2018 | 18:53 WIB
Waduh, Pertamina Lakukan Kompilasi Iklan Tanpa Izin. Ini Kata Kreatorn
Waduh, Pertamina Lakukan Kompilasi Iklan Tanpa Izin. Ini Kata Kreatorn


TUBAN – Potongan video iklan Pertamina yang dimuat di Youtube diduga mengkompilasi dua video karya orang lain tanpa izin. Video yang dikompilasi tersebut milik dinas penanaman modal, pelayanan terpadu satu pintu, dan tenaga kerja (DPMPTS naker) terkait profil Tuban yang berjudul Potensi Kuat, Investasi dan Prestasi Melesat. Video berikutnya yang dibajak berjudul Pesona Batik Gedog Tuban. Kedua video tersebut karya Yayan TS.


Kepada Jawa Pos Radar Tuban, Yayan membenarkan terkait kedua hasil karyanya yang diduga dicuplik Pertamina tersebut. ‘’Setelah saya pelajari secara keseluruhan, saya melihat sebagian video (iklan Pertamina, Red) itu sama persis dengan video yang kami buat,’’ ujarnya.


Terkait dugaan kompilasi yang dilakukan Pertamina, Yayan sangat menyesalkan. Terlebih, itu dilakukan tanpa izinnya. Juga tanpa menyertakan sumbernya. Padahal, video tersebut dibuat dengan kerja keras. ‘’Sekelas Pertamina, seharusnya hal seperti ini (dugaan kompilasi, Red) tidak terjadi,’’ keluhnya.


Disinggung terkait langkah lebih lanjut yang bakal ditempuh terkait pembajakan hak cipta tersebut, Yayan mengaku belum memiliki rencana apa pun. ‘’Sebagai seniman film, kami sangat menyesalkan,’’ tandasnya.


Senada disampaikan Sekretaris DPMPTSP Naker Tuban Soni Kurniawan. Dia menyatakan, tidak pernah diajak  komunikasi dengan Pertamina terkait rencana pembuatan video tersebut. 


Menurut Soni, semestinya pihak Pertamina berkomunikasi terlebih dahulu sebelum mencuplik video tersebut. ‘’Paling tidak, secara etika kulo nuwun (pamit, Red) dulu,’’ tuturnya.


Kalaupun tanpa meminta izin, lanjut Soni, sumber video yang dicuplik harus disertakan. ‘’Skripsi saja harus menyertakan referensi (sumber tulisan, Red),’’ kata dia  menganalogikan kasus dugaan kompilasi Pertamina dengan pembuatan skripsi.


Area Manager Communication and Relation Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Rifky Rahman Yusuf belum bisa dikonfirmasi terkait persoalan video iklan Pertamina tersebut. Ponselnya yang berkali-kali dihubungi tak diangkat.


Pertanyaan yang dikirim wartawan koran ini melalui pesan WhatsApp juga tak dibaca.


Editor : Ebiet A. Mubarok