Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

CFD Bojonegoro Libur Sebulan, Berubah Jadi Bazar Ramadan di Alun-Alun

Hakam Alghivari
Penulis: Hakam Alghivari❯

BAZAR: Di sepanjang Jalan Mas Tumapel selama bulan Ramadan ada bazar UMKM yang bisa dimanfaatkan warga muslim untuk ngabuburit.
BAZAR: Di sepanjang Jalan Mas Tumapel selama bulan Ramadan ada bazar UMKM yang bisa dimanfaatkan warga muslim untuk ngabuburit.


Advertisement

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono resmi membuka Bazar Ramadan UMKM Bahagia di sepanjang Jalan Mas Tumapel dan Jalan Pasar Kota, Jumat (20/2). 

Didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah serta jajaran Forkopimda, bupati menegaskan Ramadan menjadi momentum strategis untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Advertisement

“Kita tahu kesempatan Ramadan ini kebutuhan masyarakat sangat banyak. Bazar ini membantu meringankan apa yang dibutuhkan masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi UMKM untuk terus berpromosi, bersaing, dan naik kelas,” tegasnya sebelum membuka kegiatan secara resmi.

Data menurut laman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, bazar tersebut menghadirkan 40 tenda yang diisi PKK, GOW, DWP, Disperinaker, Disdagkop UM, Dinpora, serta asosiasi dan paguyuban UMKM. 

Selain itu, tersedia juga 35 tenda bagi pedagang di area Alun-Alun Bojonegoro. Selama Ramadan, kawasan ini menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat menjelang berbuka puasa.

Advertisement

Sementara itu, Pemkab juga menyesuaikan agenda rutin mingguan.

Kegiatan Car Free Day (CFD) setiap Minggu di seputaran Alun-Alun Bojonegoro ditiadakan sementara selama Ramadan. Kebijakan tersebut berlaku mulai 22 Februari hingga 22 Maret 2026.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro Welly Fitrama menyatakan, peniadaan CFD merupakan bentuk penghormatan terhadap umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa. “Kegiatan CFD akan kembali dilaksanakan pada Minggu, 29 Maret 2026,” tandasnya.

Ia menegaskan, selama masa tersebut arus lalu lintas di sekitar alun-alun kembali normal seperti hari biasa, kecuali terdapat agenda resmi pemerintah yang menggunakan ruas jalan. Masyarakat diminta tetap tertib dan mematuhi rambu lalu lintas serta arahan petugas.

Kombinasi kebijakan itu membuat wajah pusat kota berubah selama Ramadan. Jika biasanya Minggu pagi dipadati aktivitas olahraga dan UMKM melalui CFD, kini denyut ekonomi bergeser ke sore hingga malam hari lewat bazar.

Mira Selviana, mahasiswa sekaligus pengunjung bazar, menilai atmosfernya tak kalah ramai dibanding CFD. “Seru, 11-12 kayak CFD,” ujarnya. Menurutnya, bazar yang digelar setiap hari justru memberi peluang lebih luas bagi pelaku UMKM.

“Membantu UMKM banget, biasanya kan CFD cuma hari Minggu. Nah bazar Ramadan tiap hari kayaknya jadi lebih membantu, nggak harus nunggu hari Minggu. Meskipun lagi menjalankan ibadah puasa tidak menghalangi untuk berjualan di Alun-Alun Bojonegoro,” katanya. (kam/bgs)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

8 Kedai Ramen Kaki Lima dan Fusion Paling Hits di Surabaya

8 Kedai Ramen Kaki Lima dan Fusion Paling Hits di Surabaya

Mau makan ramen rasa autentik tanpa bikin kantong jebol? Coba sensasi makan di kedai Yatai kaki lima dan cicipi ramen unik rasa Carbonara di Surabaya. Ada opsi halal dan non-halal. Cek lokasinya di sini!

HJB ke-349, Bojonegoro Catat Tren Positif Pembangunan Daerah

HJB ke-349, Bojonegoro Catat Tren Positif Pembangunan Daerah

Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 menjadi momentum  menguatkan komitmen pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat.

Festival Ledre Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Pembuka Rangkaian HJB ke-349 

Festival Ledre Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Pembuka Rangkaian HJB ke-349 

Aksi pembuatan ledre massal tersebut menjadi salah satu daya tarik festival yang sekaligus membuka rangkaian peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer