Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

HJB ke-349, Bojonegoro Catat Tren Positif Pembangunan Daerah

D
Penulis: Dewi Safitri❯
Bupati Setyo Wahono hingga Wabup Nurul Azizah kompak mengenakan baju adat untuk menyemarakkan upacara Hari Jadi Bojonegoro. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
Bupati Setyo Wahono hingga Wabup Nurul Azizah kompak mengenakan baju adat untuk menyemarakkan upacara Hari Jadi Bojonegoro. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 menjadi momentum  menguatkan komitmen pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat. Di bawah kepemimpinan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah, sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif. 

Mulai dari penurunan angka kemiskinan menjadi 10,69 persen, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), peningkatan produksi di sektor pertanian, hingga perluasan akses layanan kesehatan, pendidikan, maupun konektivitas wilayah. Capaian tersebut disampaikan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam upacara puncak Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 di Alun-Alun Bojonegoro, Selasa (20/10).

Upacara yang dirangkai dengan peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tersebut berlangsung dengan khidmat dan semarak. Penampilan spektakuler Marching Band Gemantara Dharma Praja SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur dan 349 penari turut memeriahkan acara. 

Advertisement

Mengusung tema Berdaya Saing dan Bertransformasi. Momentum ini sekaligus menjadi ajang evaluasi serta penyampaian capaian pembangunan daerah.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan, berbagai capaian pembangunan daerah, salah satunya keberhasilan menekan angka kemiskinan hingga 10,69 persen pada 2026.

Penurunan angka kemiskinan tersebut tercatat cukup signifikan, dari angka 11,49 persen pada tahun 2025 menjadi 10,69 persen di tahun ini. Capaian positif ini menjadi cerminan dari efektivitas program prioritas daerah yang difokuskan langsung pada kesejahteraan masyarakat di tahun kedua kepemimpinan Bupati Setyo Wahono dan Wabup Nurul Azizah.

Bupati Wahono menegaskan, kemajuan Kota Ledre tidak diraih melalui kerja tunggal, melainkan hasil sinergi dan gotong royong seluruh elemen masyarakat melalui pendekatan pentahelix.

"Kami berkomitmen menjaga setiap kebijakan agar tetap berorientasi pada program prioritas yang memberikan manfaat nyata bagi rakyat," ujar Wahono.

Selain penurunan angka kemiskinan, tambah Setyo Wahono, beberapa indikator makro pembangunan Kabupaten Bojonegoro 2026 menunjukkan tren positif. Meliputi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang meningkat pesat mencapai 73,74, naik 0,99 poin, melampaui target RPJMD sebesar 73,54.

Juga, pertumbuhan ekonomi nonmigas tumbuh hingga 5,86 persen pada Triwulan II 2026, menyumbang 3,22 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Untuk tingkat pengangguran terbuka (TPT) berhasil ditekan hingga 3,90 persen, melampaui target RPJMD, 4,31 persen. Selain itu, lapangan kerja baru juga terus bertambah, salah satunya dari investasi PT Shou Fong Lastindo yang menyerap hingga 3.000 tenaga kerja lokal.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Festival Ledre Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Pembuka Rangkaian HJB ke-349 

Festival Ledre Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Pembuka Rangkaian HJB ke-349 

Aksi pembuatan ledre massal tersebut menjadi salah satu daya tarik festival yang sekaligus membuka rangkaian peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349.

Bupati Setyo Wahono Raih Penghargaan The Inspiring Food Security Pioneers

Bupati Setyo Wahono Raih Penghargaan The Inspiring Food Security Pioneers

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono meraih penghargaan The Inspiring Food Security Pioneers dalam ajang Jawa Pos Radar Bojonegoro Awards 2026.

Festival Literasi Digital 2026, Kolaborasi EMCL dan PDPM Bojonegoro Luncurkan literasidigital.com

Festival Literasi Digital 2026, Kolaborasi EMCL dan PDPM Bojonegoro Luncurkan literasidigital.com

Festival tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Bojonegoro Hj. Nurul Azizah, jajaran Forkopimda Kabupaten Bojonegoro, kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, 20 kepala sekolah/madrasah, serta sekitar 200 siswa SMA/SMK/MA se

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer